Oleh: Suci Angraini

Setelah sampai di kamar, twin’s menutup pintu kamar mereka, dan memasuki ruangan cukup besar dan juga mewah yang berada di dalam kamar mereka untuk menyimpan koper berisi uang hasil penjualan rumah. Ruangan yang mereka masuki untuk menyimpan uang itu berisi berbagai baju, dress, topi, sepatu, celana, tas, yang semuanya adalah barang branded. Bisa dibilang, ruangan itu adalah ruangan tempat untuk menyimpan berbagai barang yang dimiliki oleh si twin’s baik itu barang pribadi maupun barang yang bukan pribadi.

“Akhirnya melelahkan juga yah Ven,”ucap Vania sambil merebahkan diri ke kasur king size, dan diikuti oleh Venia.

“Hmm.,Venia hanya menjawab dengan berdehem, Venia tidak mampu lagi berkata-kata karena rasa kantuk yang menyerangnya.

Setelah itu tidak ada lagi yang bersuara, sekarang hanya ada suara dengkuran halus dari kedua anak kembar itu.Mereka tertidur pulas karena kelelahan dengan perjalanan yang mereka lakukan tadi. Mereka tertidur tanpa mengganti pakaiannya, dan tanpa membuka sepatu maupun topinya, dan tertidur dengan posisi yang tidak beraturan.

Sekarang jarum jam sudah menunjukkan pukul 3.17, dan beberapa menit lalu Gionandra sudah pulang dari kantor, Gionandra membawa adiknya yang bernama Anggara Bagaskara. Mereka disambut oleh Clara yang sedang duduk sofa ruang tamu dan membaca sebuah novel, saat Clara melihat kedatangan sang suami dan adik iparnya. Clara langsung menuju ke dapur untuk mengambilkan cemilan dan membua teh, setelah jadi, Clara membawa teh dan cemilan itu ke ruang tamu untuk disantap oleh suami dan adik iparnya.

“Silakan diminum,”ucap Clara sambil menyajikan teh kepada Gionandra dan Angga.

Setelah menyajikannya, Clara pun duduk di samping suaminya.

“Mending kalian membersihkan diri dulu, setelah itu baru kembali ke sini.”Clara menyuruh Angga dan Gionandra untuk membersihkan diri, sedangkan yang di suruh pun hanya mengangguk dan berdiri dari duduknya untuk menuju kamar mandi untuk membersihkan diri masing-masing.

“Hay bund.”sapa Aldino saat dirinya baru pulang dari minimarket dan menenteng beberapa kantong kresek hitam yang berisi yogurt untuk si kembar.

“Dari beli yogurt yah, emang susu di kulkas udah habis?.”tanya Clara.

“Udah bund, tadi Al ke dapur trus buka kulkas, eh Aldino liat yogurt Cimorynya dah habis, jadi Al mutusin buat ke minimarket beli susu, kalau si kembar nga nemuin susu di kulkas, ntar malah nangis lagi,”ucap Aldino.

“Iya sih, tapi adek-adek kamu kemana Al?, biasanya kalau jam segini mereka bakal teriak-teriak dan lari-lari nga jelas, tapi kok sekarang sunyi yah.”tanya Clara.

“Mungkin lagi tidur kali bund,”ucap Aldino.

“Mungkin, ya udahlah, bagi bunda satu susunya,”ucap Clara hendak mengambil satu yogurt di kantong kresek yang Aldino bawa tadi.

“Stop!, jangan sentuh, itu punya kami,”teriak si twin’s yang tiba-tiba muncul di tangga dengan topi yang miring, rambut acak-acakan, baju kusut.

Memang jika soal yogurt, anak kembar ini akan sangat peka, buktinya si kembar yang tadinya tertidur dengan sangat pulas langsung terbangun dan berlari tergesa-gesa keluar dari kamar tanpa memperdulikan bagaimana penampilannya, hanya karena merasa yogurt mereka sedang terancam.

(Visited 13 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *