Di balik Riangku
Oleh: Nur Indah Sejak kecil, ia terbiasa menjadi anak pertama yang belajar dewasa lebih cepat dari usianya. Tanpa pernah diminta, ia memahami banyak hal lebih awal—tentang tanggung jawab, tentang mengalah,…
Oleh: Nur Indah Sejak kecil, ia terbiasa menjadi anak pertama yang belajar dewasa lebih cepat dari usianya. Tanpa pernah diminta, ia memahami banyak hal lebih awal—tentang tanggung jawab, tentang mengalah,…
Oleh: Nurul Saadah* Setiap pagi, Lila berdiri di depan cermin dalam waktu yang lama. Ia berdiri di sana bukan untuk memastikan rambutnya rapi atau pakaiannya serasi, melainkan untuk meyakinkan dirinya…
Oleh: Nurul Saadah* Mentari pagi menyelinap pelan melewati celah jendela kamar kecil Aira. Cahaya itu jatuh tepat di wajahnya yang masih terlelap, seolah membangunkannya dengan sentuhan lembut. Aira pun membuka…
Oleh: Andi Elysa Azahra Suraediputri* Pagi itu, matahari terbit di ufuk timur, menumpahkan cahaya harapan. Sinar lembutnya menyinari kamar Claira lewat celah jendela, menghadirkan kehangatan pagi. Namun hari ini terasa…
Oleh: Muh. Irwan Ali Suara ketukan di jendela oleh ranting pohon yang terhempas hembusan angin membuatku tersadar dari indahnya alam mimpi. Kulangkahkan kakiku beranjak dari tempat tidur menuju sumber suara.…
Oleh: Mir Atul Inayah* Setiap pagi selalu datang dengan cara yang sama seperti hari-hari yang telah berlalu, tetapi dengan perasaan yang berbeda. Di situlah harapan baru kembali dimulai. Ketika sang…
oleh: Muhammad Syawal* Desember sudah ingin berlalu dan Januari akan segera datang. Waktu berjalan sangat cepat. Ada banyak hal yang aku semogakan dan ada banyak hal yang ingin aku wujudkan.…
Oleh: Tenri Ainun* Dalam diri kita, mungkin sering muncul rasa tidak percaya diri. Perasaan ini sebenarnya tidak boleh kita simpan dan biarkan tumbuh begitu saja. Sebaliknya, kita perlu berusaha mengubah…
Oleh: Aisyah Shafira Yunus* Terima kasih, 2025. Terima kasih atas kebahagiaan dan kesedihan yang aku dapatkan di tahun ini. Alhamdulillah, di tahun 2025 aku lebih banyak merasakan bahagia, meskipun sesekali…
Oleh: Prienza Ulya Tibyan* Ibuku adalah sosok yang lembut namun tegas. Aku sangat beruntung, karena telah diberikan seorang Ibu yang saat ini aku miliki. Kenapa enggak? Coba kalian dengar cerita…
WhatsApp us