Oleh : Suci Angraini

Mereka yang melihat kejadian tersebut heran, sangat heran.

Mereka berpikir, bagaimana bisa Vani menerima ajakan gadis yang sudah memukulnya ke kantin,dan bagaimana bisa Vani menghentikan pertengkaran itu hanya karena lawan Vani yang memintanya, padahal sebelumnya, jika ada yang mengganggu dirinya, Vani tidak akan melepaskannya begitu saja.

“Sumpah, gue heran deh,”kata salah satu siswa.

“Iya nih, gue juga nggak percaya dengan apa yang gue liat barusa,” kata siswa lainnya.

“Iya tuh,kok bisa ya,”kata siswa lainnya. Mereka semua heran, sedangkan Aldino hanya menggelengkan kepala sambil terkekeh karena kelakuan adik kembarnya itu.

Tidak ada yang memperhatikan Aldino yang menggelengkan kepalanya dan terkekeh, padahal seorang Aldino paling dikenal dengan julukan kulkas berjalan. Aldino di sekolah dijuluki kulkas berjalan karena sifatnya yang sangat dingin,irit bicara, dan jarang menampakkan senyumannya. Jadi jika Aldino tersenyum sekalipun, itu adalah hal yang paling ditunggu seluruh murid SMA Angkasa.

“Gue mau ke kantin,”kata Aldino kepada sahabat- sahabat setianya, Radeon Mahendra, Arkan Siregar,Devan Wijaya,dan Reyanza. 

“Kita ikut,”kata Arkan mewakili teman-temannya.

Mereka melangkah menuju kantin dan mendapati dua orang gadis yang tak lain adalah Vania dan Venia sedang meminum jus pesanan mereka.

“Huh lega,”kata Venia sambil memasang kembali maskernya setelah menghabiskan jusnya.

“Ngga pengap apa lo pake masker gitu?”tanya Vania kepada Venia. 

“Ngga sih,”jawab Venia.

“Eh, itu ada Bang Al,”tunjuk Vania ke Aldino yang berjalan ke arah mereka.

“Owh iya,”kata Venia saat berbalik dan mendapati Aldino sang kakak sedang berjalan ke arah mereka dengan kawan-kawannya. 

(Visited 12 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *