Oleh : Nur Aqilah Salim

Aku hanya sehelai daun kering
Yang terlepas terbang bebas
Bisa jatuh kapan saja
Bisa jatuh di mana saja

Aku terombang-ambing
Mengudara terbawa angin
Dibelai sejuk malam dan pagi
Disengat hangat siang hari

Sekali lagi kuakui diriku
Tak lebih dari sehelai daun kering
Gugur meninggalkan tangkai
Lalu terbengkalai

Katanya kubebas terbang
Ternyata bukan dapat senang
Malah tak lama setelah jatuh
Saatnya menunggu waktu

Aku hanya sehelai daun kering
Terinjak, remuk, dan hancur
Kemudian berakhir tergelincir takdir
Tetapi kali ini bukan perkara daun

Watansoppeng, 17 Desember 2022

(Visited 70 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Nur Aqilah Salim

Aku biasa dipanggil Qilaa. Lengkapnya Nur Aqilah Salim. Bergabung di Pena Anak Indonesia sejak 25 September 2021 dengan tulisan pertamaku sebuah sajak berjudul “Sandiwara”. Berawal dari menuliskan yang tak terlisankan, hingga akhirnya pada awal tahun 2022 kumpulan goresan penaku dan teman-teman dibukukan, menjadi buku pertama kami yang saat itu masih berstatus pelajar di SMPN 1 Watansoppeng. Sekarang aku sedang menikmati hiruk pikuk organisasi di SMAN 8 Soppeng! Jika ditanya apa hal yang dapat membuatku kecewa, jawabnya adalah semua energi negatif dari segala perilaku tega manusia di muka bumi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *