Oleh : Nur Aliyah

Hai, aku Naya. Si gadis lugu yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya. Bisa dibilang aku masih belum bisa melupakan dia, dan mungkin kalian akan bertanya- tanya mengapa aku belum bisa untuk melupakannya? Asal kalian tau sangat sulit untuk melupakan seseorang yang bahkan masih kita cintai sampai saat ini.

Kalau bisa dibilang, berada dalam fase “ingin berdamai dengan masa lalu” itu sulit. Ceritanya yang singkat, namun melekat, dia hanya sekedar hadir, bukan takdir. Aku yang ingin melupakannya tetapi aku juga yang tidak ingin untuk melupakan semua kenangan tentangnya.

Hari demi hari aku jalani, rasanya sangat sulit untuk menjalani hari tanpamu Narendra. Tepat malam itu aku selalu merindukanmu, dan aku selalu berharap kepada bintang di langit bahwa apakah aku bisa untuk kembali denganmu seperti dulu lagi? dan aku pikir bintang pun akan menjawab tidak.

Aku yang tidak ingin membuka hati untuk siapa pun lagi disebabkan oleh dia. Aku yang masih belum bisa untuk mengikhlaskannya. Aku hanya pasrah dan tidak berusaha untuk melupakannya, kenapa? karena aku yakin aku tidak akan pernah bisa untuk melupakannya.

Hal paling sakit dalam suatu perpisahan adalah “melupakan”. Kita yang pernah saling mengungkapkan perasaan namun harus berakhir dengan perpisahan. Aku pikir aku hanya kehilangan dia, bukan kehilangan duniaku. Namun kenyataannya duniaku sudah terisi olehnya.

Setiap hari aku merindukanmu Narendra..
Asal kamu tau, aku masih disini menunggumu untuk kembali. Namun ternyata kisah kita benar benar sudah usai. Aku yang dipaksa mundur oleh logika namun dipaksa bertahan oleh perasaan. Bahkan semesta pun tertawa melihat betapa bodohnya aku karena masih mengharapkanmu.

Rela tak semudah kita ucapkan, semua itu butuh proses dan mungkin proses itu membutuhkan waktu yang lama. Aku berusaha menjalani hari -hari ku seperti biasa. Aku menyibukkan diri agar tidak memikirkanmu. Awalnya itu berhasil, namun ternyata kadang kala aku masih memikirkanmu walau pun tidak sesering dulu lagi.

Dan dari sini aku belajar bahwa sejatinya manusia itu datang dan pergi. Tidak akan ada yang benar- benar bertahan di dunia ini. Aku yang tidak benar -benar mengikhlaskannya namun hanya terbiasa dengan keadaan.

Berdamai dengan masa lalu adalah cara terbaik untuk mengobati hati yang pilu.

— 14 maret 2021

(Visited 42 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *