Oleh: Devi Purnama
Saat acara penobatan Valeryna selesai dan semuanya berjalan dengan lancar, malamnya mereka mengadakan pesta dansa di istana dan mengundang semua warga untuk memeriahkannya. Sementara Valeryna sedang asik mengobrol dan berbincang-bincang dengan Elyna, tiba-tiba saja ada suara keributan di luar istana dan ternyata itu suara teriakan warga yang menjerit karena melihat vampir yang sedang menghisap darah salah satu warga dan vampir itu bukan cuma seorang, tapi banyak.
Saat Valeryna melihat itu, dia sangat terkejut. Dia segera memerintahkan para pengawal untuk menghadapi vampir tersebut dan melindungi warga. Dia juga memerintahkan semua warga untuk kembali ke rumah masing-masing dan mengunci pintu dan jendela.
“Aku perintahkan kalian untuk segera pulang ke rumah masing-masing dan menutup pintu dan jendela! Kata Valeryna dengan tegas dan berwibawa.
Warga pun segera kembali ke rumah masing-masing lalu mengunci pintu dan jendelanya. Sementara pengawal menghadapi vampir-vampir itu, Valeryna menyuruh Elyna untuk segera kembali ke kamarnya. Valeryna dipenuhi tanda tanya dengan kemunculan vampir-vampir tersebut secara tiba-tiba. Seketika dia sadar bahwa kemunculan vampir itu bisa jadi karena dirinya, dan dia juga masih bertanya-tanya kenapa dia terlahir menjadi vampir padahal orang tuanya seorang manusia. Valeryna teringat cerita ibunya tentang hutan yang menyimpan jawaban di masa lalu, tentang takdir kita dan nama hutan tersebut “Hutan Memori”.
Setelah berpikir beberapa menit, Valeryna memutuskan untuk pergi ke hutan memori itu dan mencari kebenaran masa lalunya. Valeryna memerintahkan salah satu pengawal untuk menyiapkan kuda untuk dipakai ke hutan memori tersebut. Saat kudanya sudah siap, Valeryna pamit ke Elyna untuk pergi menyelesaikan masalah ini dan memerintahkan Elyna untuk pimpin kerajaan ini selama dia tidak ada. Dia pamit dan memacu kudanya dengan cepat.
Setelah menunggangi kuda berjam-jam, Valeryna sampai di pinggir sungai dan harus menyeberanginya untuk sampai ke hutan memori. Ketika beristirahat, dia melihat sebuah perahu kecil. Dia mendekatinya, dan tanpa pikir panjang dia naik dan mendayung perahu itu dengan kencang. Tapi saat dia mendayung beberapa menit, arus sungai itu tiba-tiba tidak stabil yang membuat perahunya terguncang dan membuat jalur ke hutan memori agak sedikit berbeda dan saat dia mencoba untuk menstabilkan guncangan tersebut, tiba-tiba datang arus sungai yang sangat besar dan kencang membuat perahunya terbalik dan dia terjatuh ke sungai tersebut.
(Bersambung)
