Oleh: Suci Angraini

Clara dan Aldino yang berada di ruang tamu terlonjak kaget mendengar teriakan si twin’s yang begitu menggelegar, mereka menoleh ke arah tangga dan melihat si twin’s berdiri dengan nafas ngos-ngosan dan penampilan acak-acakan.

Si twins bergegas turun ke ruang tamu dan mengambil alih kantong yang berisikan yogurt yang dulunya ada di atas meja, sekarang sudah berada di pelukan si kembar.

Clara melihat penampilan anak kembarnya dari atas sampai bawah dengan alis sebelah yang dinaikkan.

“Eni, Ani, kalian dari mana? Apakah kalian habis jalan-jalan ke luar?.”tanya Clara.

Sedangkan Aldino hanya menyimak dan menunggu jawaban dari adik kembarnya tersebut.

“Iya kami habis jalan-jalan ke luar.”

“Kami dari jogging.” Ucap mereka bersamaan tapi tidak dengan jawabannya, si twins yang mendengar jawaban mereka tidak sama langsung membulatkan matanya. panik? tentu saja.

“Em anu, kita dari jogging, habis jogging kita lanjut jalan-jalan,”ucap Vania mencoba mengoreksi jawaban mereka tadi yang tidak serempak, agar tidak ada yang curiga.

Clara mengernyitkan dahinya, Clara sedang mencurigai anak kembarnya ini. Clara berdiri dan mengelilingi tubuh si twins.

“Jogging?, bukannya orang kalau jogging itu pagi ya, mana ada joging sore-sore gini”, jawab bunda, jujur kalian dari mana sebenarnya?”tanya Clara dan menatap anak kembarnya dengan intens.

“Em anu, Vania tadi salah ngomong bund, sebenarnya kita tadi tuh habis dari lari sore, habis lari sore kita lanjut jalan-jalan,”Venia berusaha tetap tenang.

Venia sudah menjawab pertanyaan Clara, tapi itu belum membuat Clara puas. Clara masih menaruh kecurigaan pada twins.

“Lari sore? Lari sore kok pakaiannya kayak gitu,”Clara kembali duduk di sofa dan menatap twins dengan tatapan bertanya.

Yang ditatap itu pun hanya bisa berdiri tegang, takut?, yah benar, twins sangat takut ketahuan, twins mengeluarkan keringat dingin, hawa yang twin’s rasakan begitu dingin, twins gemetar tak terkendali, hingga yogurt yang semula twins peluk itu pun terjatuh ke lantai keramik.

Yogurtnya berceceran, hingga ada beberapa yogurt yang bocor dan membasahi lantai, saking takutnya ketahuan, twins tidak menyadari bahwa yogurtnya terjatuh.

Bruk,

Twins pingsan, pingsan lagi?, yah, penyebab twins pingsan ada 3, twins akan pingsan saat merasa terlalu ditekan, dan pingsan karena Veve dan Vava keluar, dan pingsan karena kaget atau kelelahan.

“Lah-lah, Al, cepet angkat adik-adik kamu ke kamar mereka, cepet Al!!.”Clara sangat panik saat twins pingsan.

Aldino pun langsung mengangkat kedua adiknya ke kamar, dan Clara bergegas mengeluarkan gawai nya dan menghubungi dokter pribadi kepercayaan keluarga nys untuk datang memeriksa keadaan twin’s, sesampainya di kamar twin’s, Aldino langsung membaringkan tubuh kedua adiknya di kasur king size.

Angga dan Gionandra sudah selesai membersihkan diri masing-masing, mereka keluar dari kamar saat mendengar suara gaduh dari ruang tamu.

“Bun, ini kenapa?, kok yogurtnya ada di lantai? Terus kenapa muka bunda panik gitu?,”tanya Gionandra kepada sang istri.

“Iyah, ini ada apa sebenarnya kakak ipar? Angga ikut bertanya.

“Itu si kembar pingsan pas aku interogasi tadi,”ucap Clara masih dengan wajah paniknya.

“Telepon dokter cepetan bund,”ucap Gionandra tak kalah panik saat mendengar anak kembarnya pingsan.

“Hah, trus si kembar gimana?, di mana mereka sekarang? jawab kak.”tanya Angga yang ikutan panik.

“Sekarang si kembar lagi ada di dalam kamarnya,”jawab Clara.

Angga yang mendengar keponakannya jatuh pingsan langsung berlari menuju kamar twins.

Clara yang terlalu panik pun hampir pingsan, tapi di tahan oleh Gionandra.

“Tahan bund, tarik nafas, terus buang, jangan panik bunda, tenang-tenang, dokter Reno pasti bakal segera sampai, tenang bund, jangan panik,”ucap Gionandra berusaha menenangkan istrinya.

Clara pun mulai tenang. Setelah hampir beberapa menit menunggu kedatangan dokter Reno, akhirnya dokter Reno datang juga.

“Cepet Ren, takut si kembar ada apa-apa, cepet Ren ah, lemot banget sih lu,”ucap Clara yang tidak sabaran hingga langsung menarik tangan Reno untuk menaiki tangga dan memasuki kamar twins, sedangkan Gionandra hanya mengekor.

“Sabar napa, baru sampai juga,”ucap dokter Reno dan menatap tajam Clara.

“Nga ada sabar-sabar, tuh cepet periksa! Clara mendorong tubuh dokter Reno ke kasur king size yang di atasnya ada si twins yang terbaring tak sadarkan diri.

Dokter Reno pun memeriksa keadaan kedua anak kembar itu, sedang Clara, Gionandra, Aldino, Angga, tidak sabar menunggu hasilnyanya, dan mondar mandir tidak jelas di kamar si twins.

Dokter Reno sudah selesai memeriksa keadaan twin’s.

“Gimana-gimana?, gimana keadaannya?tanya Aldino dan diangguki oleh Angga, Gionandra, dan Clara.

“Huh, sudah berapa kali kukatakan bahwa jangan membuat mereka tertekan, kalian tahu kan kalau twins tidak bisa terlalu ditekan karena itu akan menyebabkan mereka tidak bisa mengontrol diri dan pingsan,”dokter Reno menghela nafas berat dan mengomeli mereka yang berada di hadapannya.

“Maaf, aku tidak sengaja,”ucap Clara menunduk, Clara merasa sangat bersalah.

“Baiklah, aku tidak harus memberi tahu kan kalian lagi bahwa obat apa saja yang harus kalian kasih ke twins, karena kalian pasti sudah hafal obatnya,”ucap dokter Reno, dokter Reno mengatakan itu karena dia yakin bahwa mereka juga sudah hafal obat apa saja yang harus diberikan ke twins, karena bukan satu atau dua kali saja twins mengalami ini, tapi berkali-kali, sampai harus membuat dokter Reno tak habis-habisnya mengomel.

“Oke thanks, tapi berhentilah memakai kata-kata formal, aku ini kakakmu, kamu berbicara dengan formal seolah-olah kau itu bukan bagian dari keluarga Bagaskara,”ucap Clara.

“Ya udahlah, maklumi aja, itu dah jadi kebiasaan gua,”ucap dokter Reno menggunakan kata informal.

“Terserah deh,”ucap Clara pasrah.

“Ya udah, gua mau balik ke RS, masih banyak pasien yang harus gua tangani,”ucap dokter Reno yang sedang membereskan peralatan yang tadi ia pakai untuk memeriksa twins.

“Okay, tapi inget Ren, sesibuk sibuknya kamu, yang utama itu kesehatan. Kau kan dokter, pasti kau tahu hal itu,”kali ini bukan Clara yang berucap, tapi Gionandra.

Clara saat ini sedang berkutat dengan alat-alat dapur bersama para maid yang membantunya. Clara akan membuatkan sup kacang merah untuk twins, sedangkan Angga pergi ke apotek untuk membeli obat. Gionandra mengantar dokter Reno kembali ke RS karena tadi dokter Reno datang hanya menggunakan ojol, dan saat ini Aldino berada di kamar twins dan duduk di balkon menikmati angin semilir yang menerpa wajahnya, menutup mata dan menunggu adik kembarnya sadar dari pingsannya.

(Visited 15 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *