Rudal yang Membakar Jiwaku
Jiwa ini semakin terbakar tatkala Om RIM, melontarkan rudal-rudal narasi yang siap menghujam jiwa-jiwa setiap orang yang ada di ruangan itu. Aku hanya bisa diam menatap setiap gerakan beliau dalam…
Layaknya Senja Setelah Hujan
Oleh : Nayla Syabina Syalsyabila* Aku, seorang yang selalu membawa lari masalahnya dengan pergi menemui senja atau mengejar hujan. Entahlah, menurutku dua hal itu layaknya penenang dari segala badaiku. Aku…
Hening dan Sejuk
Oleh : Neza Marcelina* Malam itu, seorang siswi SMA duduk sambil menatap kosong ke arah depan. Ia membuang pandangannya menembus batas cakrawala, tapi tidak menemukan sketsa apa-apa di sana. Sangat…
Sahabat
Sahabat… Bersamamu kulewati hari penuh aral Kau laksana mentari yang selalu menerangi hidupku Membuatku gairah menggapai mimpi Sahabat… Suka dan duka telah kita lalui Saling menguatkan di kala gundah Menuju…
Rangkulan Mereka
oleh : Aqilah Putri Faishal Mereka adalah rumah untuk aku pulang Mereka tempat di mana aku merasa tenang Di mana kami selalu saling support, saling rangkul, saling menyayangi, saling melindungi,…
Ingin seperti Matahari dan Rembulan
0leh: Arga Ayu Kumala Begitulah keinginanku, ingin bisa bermanfaat bagi siapa saja. Seperti matahari yang selalu bersinar dari ufuk Timur tenggelam di ujung Barat, begitu juga Rembulan yang bila waktunya…
Hide and Seek or Death
Karin beserta teman-temannya yang berjumlah 12 orang membuat rencana yaitu ingin memainkan permainan ‘hide and seek or death’ yang memiliki arti (petak umpet atau kematian). Permainan itu disarankan oleh Karin…
Berdamai dengan Kegagalan
Oleh: Ridho Putra Minggu pagi, 30 Oktober 2022, di rumah tempatku tinggal, suasananya cerah berawan. Saya termangu dan merenungi kegagalan demi kegagalan yang saya alami belakangan ini. Apakah langkah ini…
Pembalasan Dendam (Part 14)
“Rey.Rey, bangun, katanya mau jalan-jalan… terus nonton film. Gimana sih, udah jam berapa nih” ucap Fiki membangunkan Reynal. “Lima menit lagi,” ucap Reynal mengangkat tangannya. “Udah, buruan, Tia udah ada…
Hujan
Kala ku dengar rintik hujanSaat itulah bayanganmu melintasMembawa berjuta memoriYang terkubur Bersama mimpi Entah mengapa langit itu bisa menangisNyatanya tidak satupun yang melukainyaLain dengan mata ini yang perlahan meneteskan air…
