Oleh: Muh. Ihsanul Taqiyuddin*
Ada satu cerita yang sangat berkesan tentang kelas kami saat mengikuti lomba 17-an kemarin. Pada Hari Kemerdekaan, OSIS mengadakan berbagai perlombaan seru di sekolah. Semua kelas bersemangat mengikuti, termasuk lomba estafet sarung putri yang menjadi salah satu favorit.
Saat lomba berlangsung, kelas kami berjuang dengan penuh semangat. Sorakan teman-teman semakin membakar motivasi kami. Hingga akhirnya… kelas kami berhasil mencapai garis finis lebih dulu! Rasanya bangga sekali, karena kemenangan itu adalah hasil kerja sama dan usaha keras seluruh anggota tim.
Namun, suasana mendadak berubah ketika kelas sebelah mengajukan protes kepada panitia, menuduh kelas kami melakukan kecurangan. Tanpa banyak pertimbangan, panitia memutuskan untuk mengulang perlombaan. Tentu saja kami kaget dan kecewa, sebab seharusnya keputusan panitia tidak bisa diganggu gugat.
Pada saat pertandingan diulang, hasilnya justru berbeda. Kelas sebelah berhasil meraih juara. Tapi bagi kami, “juara” itu terasa tidak sah, karena sebetulnya kemenangan pertama sudah menjadi milik kelas kami. Keputusan itu sangat mengecewakan, apalagi ini bukan kali pertama kami merasa dicurangi. Tahun lalu pun hal yang sama terjadi dalam lomba serupa.
Meskipun kesal, pengalaman itu memberikan pelajaran penting bagi kami: bahwa dalam setiap perlombaan, sportivitas dan kejujuran jauh lebih berharga daripada sekadar gelar juara.
Jadi, lain kali… jangan begitu lagi ya, kids! 😅
Watansoppeng, 26 Agustus 2025
*Penulis adalah Siswa SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 8.3
