“Rey.Rey, bangun, katanya mau jalan-jalan… terus nonton film. Gimana sih, udah jam berapa nih” ucap Fiki membangunkan Reynal.
“Lima menit lagi,” ucap Reynal mengangkat tangannya.
“Udah, buruan, Tia udah ada di bawah,” ucap Fiki.
“Baiklah, gua bangun… ” ucap Reynal duduk ditempat tidur untuk mengumpulkan nyawanya
“Gua tunggu di bawah ya. Buruan mandi. Filmnya nanti keburu abis. Entar Tia marah,” ucap Fiki keluar dari kamar.
“Fik, Reynal mana?” ucap Tia melihat Fiki berjalan ke arahnya.
“Baru bangun. Kemarin malam habis bedagang” ucap Fiki.
“Begadang Juki!!” ucap Tia menjitak kepala Fiki.
“Yaelah mau ngelucu juga… malah di jitak…” celetuk Fiki.
Tak lama, Reynal keluar dari kamarnya dan berjalan turun ke arah ruang tengah dengan wajah orang baru bangun.
“Kita pertama kemana nih?” ucap Reynal duduk di sofa samping Fiki.
“Mumpung hari minggu, kita ke mall gimana?” ucap Tia.
“Ngapain ke mall… mending ke Dufan aja” ucap Fiki.
“Pergi tidur aja gimana?” usul Reynal sambil menguap.
“Gua basmi lu…” ucap Tia,
“Kita jalan-jalan ke taman aja kali yah…” ucap Reynal.
“Gua ngikut aja” ucap Fiki.
“Ya udah deh… ke taman aja” ucap Tia.
Mereka bertiga pergi ke taman menggunakan sebuah mobil yang di sopiri langsung oleh Reynal. Sesampainya di taman, Reynal memarkirkan mobil di area parkir taman lalu mereka bertiga pun turun
Sesampainya di sana, Fiki dan Tia berjalan kearah penjual siomay sedangkan Reynal duduk di kursi taman yang berada di bawah pohon. Saat sedang menunggu Fiki dan Tia, tiga orang gadis berjalan ke arahnya.
“Kak Reynal… minta nomor wa nya dong” ucap Salah satu gadis bernama Selin.
“Ya Ampun… kak Reynal ganteng banget… minta Foto dong” ucap Derin.
“Ya udah, sini kalau mau foto… tapi wa saya gak bagi ya” ucap Reyhan.
“Kyaa.. makasih kak” ucap Fina.
Mereka bertiga bergantian berfoto bersama Reynal dan mengambil foto mereka berempat.
“Ekhem… kalian ngapain yah… ni orang udah ada yang punya loh… gak takut dilabrak” ucap Tia.
“Eh kak Tia… apa kabar kak? kak Tia kok tambah cantik ya… kasih tips dong kak” ucap Selin.
“Ah kamu… bisa aja… makasih lo udah muji… tipsnya jangan stres jangan banyak mikir sering-sering skincare pokoknya ngerawat kulit itu aja sih” ucap Tia yang setelah dipuji langsung berubah baek.
“Makasih kak atas tipsnya… kami pergi dulu cabuttt…” ucap Selin disusul kedua temannya berlari.
“Liat deh… mereka lucu banget” ucap Reynal melihat mereka bertiga kabur.
“Mereka baik loh… muji gua cantik… gak papa deh… ” ucap Tia.
“Buset… gampang banget dirayu” ucap Fiki.
“Biarin… yaudah Rey nih Siomay lu” ucap Tia.
Mereka bertiga makan siomay di bawah pohon sambil berbincang-bincang. sedangkan Selin, Fina, Deri berhenti berlari di depan penjual gorengan.
“Sel.. kak Tia serem banget” ucap Fina.
“Iya Sel… nyeremin untung lu pandai ngerayu” ucap Deri.
“Itulah hebatnya aku… kita post di Ig yuk… pasti teman kelas kita pada iri liat kita bisa foto bareng kak Reynal yang super ganteng” ucap Selin.
Mereka bertiga memposting foto tersebut di akun ig masing-masing. Baru beberapa menit sesudah diposting, muncul beberapa komentar yang mengatakan sangat iri dengan mereka dan aja juga yang mengatakan kak Reyhan ganteng banget.
Di tempat lain, di sebuah ruangan, seseorang berbaring di atas kasur dan membuka hpnya. Melihat notif ig, sosok itu membukanya dan melihat siapa yang ada di dalam foto tersebut.
Melihat foto itu, sosok itu mematikan hpnya “Saatnya beraksi” ucap sosok itu kemudian menyalakan lagi handponenya dan menekan nomor seseorang dan menelfonnya
“Kita beraksi malam ini” ucap sosok itu setelah panggilannya diangkat.
“Oke.. lokasinya kamu kirim saja” ucap sosok dibalik telepon.
*
Di Malam hari, seorang wanita keluar dari dalam supermarket membeli beberapa bahan makanan. Belum berjalan jauh, wanita itu dibekap oleh seseorang menggunakan kain yang diberi obat tidur.
Sosok itu membawa wanita itu ke dalam mobil dan melaju ke arah sebuah rumah yang sedikit jauh dari perumahan penduduk.
Sesampainya di sana, sosok itu turun dari mobil sambil membawa gadis itu ke dalam rumah. Sosok itu membawa wanita itu ke sebuah ruangan dan mendudukkannya ke sebuah kursi di bawah lampu lalu mengikat kaki dan tangan gadis itu.
Karena siraman air, wanita itu akhirnya sadarkan diri. Tak lama setelah sadarkan diri, wanita itu menjerit begitu keras ketika sebuah pisau tertancap di telapak tangannya
“Akh… sakit… hiks… lepaskan aku…” mohon Gadis itu
“Melepaskanmu?… oh tidak akan…” ucap sosok itu
“Suara ini… bukankah kamu… Di… akh… sakit… sakit” ucap Selin yang terpotong ketika sosok itu kembali menancapkan sebuah pisau ke tangannya.
“Oh… Sepertinya kalian berdua mengenali suaraku yah…” ujar sosok itu.
‘Kalian?… apa jangan-jangan’ Batin gadis itu.
“Apakah kamu bisa menebak siapa satunya?” tanya sosok itu.
“L…lepaskan aku… apa salahku padamu?… mengapa kamu melakukannya padaku?” rintih gadis itu.
“Aku hanya ingin menyingkirkan siapapun yang mendekati dia” Ucap Sosok itu lalu menunjukkan selembar foto pada Gadis itu.
***
Penulis : Muh. Irwan ali
Kelas : XI
Asal sekolah : SMAs HASKA
KAB.KOLAKA UTARA
KEC. KATOI
