Oleh : Syafira Amanda*
Pada zaman dahulu kala, di sebuah pedesaan hiduplah dua bersaudara, Layla dan Caca. Layla dikenal rajin, baik hati, dan suka membantu orang. Sementara adiknya Caca adalah orang yang pemalas, sombong, dan tidak peduli dengan orang lain. Masyarakat di desa sering membandingkan mereka karena sifatnya yang bertolak belakang.
Suatu hari, seorang pedagang tua kelelahan membawa dagangannya. Layla tanpa ragu membantu pedagang itu. Sebagai tanda terima kasihnya, pedagang itu memberi Layla sebuah kantong hitam kecil yang berisi serpihan emas dan berkata, “Ambil lah, Ini akan membawa keberuntungan untukmu.”
Caca yang mengintip dari jendelanya merasa iri. Malamnya, diam-diam ia mencuri kantong itu dari kamar Layla. Namun, saat Caca hendak membawanya pergi pada saat pagi, angin bertiup dengan kencang dan semua serpihan emas itu berhamburan. Caca panik, tapi semuanya sudah terlambat.
Layla yang menyadari kantongnya hilang tidak memiliki rasa marah. Ia tetap baik dan rajin seperti biasa. Beberapa hari kemudian, pedagang tua itu datang kembali dan melihat Layla yang tetap berbuat baik. Ia pun memberi Layla hadiah lebih besar yaitu sebuah peti yang berisi emas dan perhiasan.Caca yang melihatnya hanya bisa menyesali perbuatannya. Ia akhirnya sadar bahwa keberuntungan datang dari kebaikan dan kerja keras kita sendiri, bukan dari iri hati. Sejak itu, ia berusaha berubah menjadi lebih baik seperti Layla.
English*
The story of two sisters who have different personalities
Oleh : Syafira Amanda
Long ago, in a village there lived two sisters, Layla and Caca. Layla is known to be diligent, kind and likes helping people. Meanwhile, his younger sister Caca is lazy, arrogant and doesn’t care about other people. People in the village often compare them because of their contradictory characteristics.
One day, an old merchant was tired of carrying his wares. Layla without hesitation helped the merchant. As a sign of his gratitude, the merchant gave Layla a small black bag containing gold flakes and said, “Take it, it will bring you good luck.“
Caca, who peeked out of the window, felt jealous. That night, he secretly stole the bag from Layla’s room. However, when Caca was about to take him away in the morning, the wind blew hard and all the gold flakes scattered. Caca panicked, but it was too late.
Layla, who realized that her pocket was missing, didn’t feel angry. He is still kind and diligent as usual. A few days later, the old merchant came back and saw Layla who was still doing good. He also gave Layla a bigger gift, namely a chest containing gold and jewelry.
Caca who saw it could only regret her actions. He finally realized that luck comes from our own kindness and hard work, not from envy. Since then, he has tried to change to be better like Layla.
Watansoppeng, 3 Maret 2025
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng Kelas 8.3
