Oleh : Nadhifa Syaza Fakhry Ismail*
Pada zaman dahulu, terdapat sebuah desa yang terletak di kaki gunung. Desa tersebut cukup jauh dari perkotaan, dengan jarak tempuh sekitar 15 jam perjalanan. Di desa itu, hiduplah sepasang suami istri yang dikaruniai seorang anak perempuan yang sangat cantik bernama Viera. Viera adalah anak yang baik dan saat ini duduk di kelas satu SMP.
Di sekolahnya, Viera adalah salah satu murid berprestasi. Namun, teman-temannya sering memanfaatkan dirinya. Mereka sering menyuruh Viera mengerjakan tugas-tugas mereka. Selain itu, Viera juga tidak memiliki banyak teman. Satu-satunya sahabatnya adalah Siti, yang selalu menolongnya ketika ia di-bully oleh kakak kelasnya. Viera sering menjadi sasaran perundungan karena ia berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Setiap hari, Viera membantu ibunya berjualan kue. Sebagian kue dititipkan di warung, dan sebagian lagi dibawa ke sekolah untuk dijual. Kue buatan ibunya sangat enak dan disukai banyak siswa. Harga satu kue yang dijual Viera sangat murah, hanya Rp1.000 per potong. Viera melakukan semua itu dengan senang hati dan tanpa rasa malu karena hasil penjualan kue tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya serta menambah uang jajannya. Di sekolah, Viera jarang membelanjakan uangnya karena ia lebih memilih menabung untuk biaya kuliahnya nanti.
Seiring berjalannya waktu, Viera kini sudah duduk di kelas tiga SMA dan sebentar lagi akan lulus. Meskipun masih menjadi murid berprestasi, teman baiknya tetap hanya satu, yaitu Siti. Mereka telah berteman sejak SD, sehingga sangat akrab dan selalu saling menolong.
Hari kelulusan pun tiba. Viera memilih untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi demi mewujudkan cita-citanya menjadi seorang CEO di sebuah perusahaan. Berbeda dengan Siti, yang lebih memilih untuk langsung mencari pekerjaan karena menganggap semua pendidikan itu sama saja.
Dua hari sebelum keberangkatannya ke kota, Viera membuka celengannya yang telah ia kumpulkan selama bertahun-tahun. Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa jumlah tabungannya jauh melebihi prediksinya.
Hari keberangkatan Viera pun tiba. Kedua orang tuanya merasa berat hati melepas satu-satunya anak perempuan mereka, tetapi mereka harus menerima kenyataan bahwa ini demi masa depan anaknya. Sesampainya di kota, Viera langsung menuju kos-kosan yang telah ia hubungi sebelumnya. Tempat itu ternyata sangat cocok untuknya, baik dari segi fasilitas maupun harga yang cukup terjangkau.
Keesokan harinya, Viera mengelilingi pusat kota dan mengunjungi kampus tempat ia akan menempuh pendidikan. Dengan kondisi keuangan yang terbatas, Viera berusaha menghemat pengeluarannya, karena harga barang-barang di kota jauh lebih mahal dibandingkan di desa. Walaupun banyak cobaan yang datang, Viera mampu menghadapinya dengan penuh semangat.
Tanpa terasa, Viera hampir menyelesaikan kuliahnya. Sebelum lulus, ia sudah melamar pekerjaan di beberapa kantor di pusat kota. Akhirnya, salah satu perusahaan menerimanya bekerja. Viera menangis terharu karena merasa bangga atas perjuangannya selama ini.
Hari wisuda pun tiba. Kedua orang tua Viera datang ke kota untuk menghadiri momen istimewa tersebut. Viera merasa sangat bangga karena ia telah berhasil menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan ternama di pusat kota.
Setelah wisuda, Viera mulai bekerja. Awalnya, ia hanya berstatus sebagai karyawan biasa, tetapi berkat ketekunan dan kerja kerasnya, ia terus mengembangkan keterampilan dan meningkatkan kinerjanya. Tak lama kemudian, ia berhasil naik jabatan menjadi manajer.
Namun, setelah beberapa waktu, Viera memutuskan untuk mengundurkan diri. Ia ingin membangun usahanya sendiri dari nol. Meskipun banyak tantangan yang harus ia hadapi, Viera tetap bertahan dan tidak menyerah. Kini, ia telah menjadi seorang pengusaha sukses dengan puluhan karyawan, banyak kantor cabang, serta sering diundang ke berbagai acara resmi.
Orang tua Viera sangat bangga padanya. Viera adalah anak yang baik, cerdas, pekerja keras, dan bijaksana.
Dari kisah Viera, kita bisa mengambil pelajaran bahwa jika ingin menggapai cita-cita, kita harus belajar dengan sungguh-sungguh dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Jangan pernah terpengaruh oleh perkataan orang lain yang mencoba menjatuhkan kita. Tetaplah berjuang dan percaya pada diri sendiri!
English*
The Successfull Journey of Viera
By : Nadhifa Syaza Fakhry Ismail*
A long time ago, there was a village located at the foot of a mountain. The village was quite far from the city about a 15-hour journey away. In that village lived a married couple who were blessed with a very beautiful daughter named Viera. Viera was a kind child and was currently in her first year of middle school. At school, she was one of the top students. However, despite being a high-achieving student, she was often taken advantage of by her classmates, who made her do their assignments. Viera also didn’t have many friends her only friend was Siti. Siti always helped Viera whenever she was bullied by the older students. Viera was bullied because she came from an underprivileged family.
Every day, Viera helped her mother sell cakes. Some of the cakes were placed in local shops, while the rest were brought to school for sale. Her mother’s cakes were delicious and loved by many students. Each cake was sold at a very affordable price of Rp1,000 per piece. Viera did this happily and was never ashamed because the money she earned helped feed her family and added to her allowance. At school, Viera rarely spent her money she preferred to save it for her future college education.
As time passed, Viera reached her third year of high school and was about to graduate. Even in high school, she remained one of the top students, but her only close friend was still Siti. They had been friends since elementary school, which made their bond strong. On graduation day, Viera decided to continue her education to fulfill her dream of becoming the CEO of a company. Meanwhile, Siti chose to find a job immediately because she believed that all forms of education were the same.
Two days before leaving for the city to continue her studies, Viera opened the savings she had been collecting for years. She was surprised to find that she had saved more money than she had expected. Finally, the day of Viera’s departure arrived. Her parents felt sad to see their only daughter leave, but they had to accept it for the sake of her future.
Upon arriving in the city, Viera’s first destination was the boarding house she had already contacted. It turned out to be a perfect place for her, and the rent was quite affordable.
The next day, Viera explored the city center and visited the university where she would be studying. With limited money, she tried her best to manage her expenses, as the cost of living in the city was much higher than in the village. Despite facing many challenges, Viera managed to overcome them all.
Time flew by, and Viera was close to graduating from college. Before finishing her studies, she applied for jobs at several companies in the city, and one company accepted her. Overwhelmed with emotion, Viera cried tears of joy, proud of how far she had come.
Finally, the day of her graduation arrived. Her parents traveled to the city to attend this special moment. Viera felt incredibly proud of herself for completing her studies and securing a job at a well-known company.
After graduation, Viera started working at the company that had hired her. Initially, she was just an ordinary employee, but she continuously improved her skills and performance. Eventually, she was promoted to Manager. However, not long after, Viera decided to resign because she wanted to build her own business from scratch.
Despite facing many obstacles, Viera persevered. Today, she is a successful entrepreneur with dozens of employees and multiple office branches. She is frequently invited to prestigious events and has gained significant recognition. Her parents are immensely proud of her. Viera is a smart, hardworking, and wise woman.
Moral Value
From Viera’s story, we learn that if we want to achieve our dreams, we must study diligently and work hard to get the best results. We should never be influenced by negative comments that try to bring us down.
Watansoppeng, 3 Maret 2025
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng Kelas 8.3
