Oleh : Nur Indah
Ini adalah sebuah kisah percintaan yang penuh dengan dengan kebohongan dari dua insan yang tak saling percaya yang menimbulkan penyesalan di akhir kisah. Penyesalan yang dirasakan oleh dua insan itu menimbulkan rasa ingin kembali. Namun,apalah daya kembali tapi tak saling percaya hanya membuat rasa kecewa di hati masing masing.
Hati ini ingin kembali. Namun, dirimu sudah memutuskan hubungan agar kita bisa mengintropeksi diri masing-masing. Aku ingin menolak, tapi aku juga tak bisa menerima kalau kamu kembali hanya karena sebuah rasa kasihan.
Salahkah diri ini jika masih berharap bisa bersama denganmu? Aku sempat berpikir tak apa kamu kembali dengan rasa kasihan. Namun, apa katamu?
“Kamu tak tega menyakiti aku”, dan tanpa sengaja dengan cara kamu ini yang memutuskan untuk menjalani takdir masing-masing sangat menyakitiku. Terkadang aku berpikir “Mengapa kita dipertemukan dengan cara yang manis tapi harus dipisahkan dengan cara yang pahit”?
Aku tak menyesal telah bertemu denganmu.
Aku juga tak merasa benci karena kita tak bisa bersama kembali. Tapi merelakan dirimu pergi itu sangat sulit untukku. Namun, tak apa. Aku akan berusaha karena aku juga tahu bahwa di setiap pertemuan akan ada perpisahan.
Makasih telah mengisi hari-hariku dengan sejuta warna yang indah, dan membuat kenangan yang manis.
