Oleh : Zhasabila Ramadhani
Nama ku Seiira Patricia , biasa dipanggil Seii. Aku masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Disini aku ingin membagikan kisahku tentang seseorang yang aku kenal secara virtual, ya namanya Bintang.
Awal mula aku bertemu dengan Bintang sejak dia mulai mengikuti sosial mediaku lalu mengirimkan pesan singkat kepadaku. Aku mulai membuka pesan dan membalas secara singkat. Singkat cerita dia mulai meminta nomor WhatsAppku lalu kita bertukar kabar melalui WhatsApp.
Setelah 4 bulan aku bertukar pesan, aku mulai menyimpan perasaan kepada Bintang. Dan pada akhirnya aku mengungkapkan perasaanku kepadanya , tetapi dia hanya membalas pesan itu dengan kata “Terima kasih Seii sudah mencintaiku,tapi maaf aku tidak bisa membalas perasaan itu”, disitu aku menangis sambil mulai memukul kepalaku.
Setelah malam itu, sikap Bintang yang awalnya hangat berubah menjadi lelaki dingin dan jarang membalas pesan yang kukirim untuknya. Di hari berikutnya dia mengirimkan beberapa voice note untukku, aku sangat senang dan membuka voice note yang dia kirimkan.
“Seiira maaf aku harus mengatakan ini, tetapi aku hanya menganggapmu sebagai teman dan juga aku sudah memiliki pacar yang jauh lebih cantik darimu”. Setelah mendengar voice note yang dikirimkan Bintang aku kembali menangis dan mulai menyakiti diriku sendiri.
Sejak saat itu aku mulai takut untuk jatuh cinta kembali kepada seseorang. Aku mulai mengurung diriku sendiri dan sering menyakiti diriku sendiri.
Untuk Bintang, terima kasih telah menyadarkanku bahwa cinta tak seindah di dunia novel. Terimakasih telah memberikan rasa trauma. Dan maaf karena aku telah mencintaimu.
–10.10.2021
