Oleh: Andi Raka
Musibah kebakaran kembali mengguncang hati masyarakat di wilayah Terang-Terang, Kabupaten Bulukumba. Peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu itu melahap sekitar 13 rumah warga, meninggalkan puing-puing dan duka mendalam bagi saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggal serta harta benda mereka. Api yang berkobar begitu cepat membuat banyak warga hanya bisa menyelamatkan diri dan keluarga, sementara rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung berubah menjadi abu dalam sekejap.
Di tengah kepedihan tersebut, masyarakat menunjukkan kepedulian sosial yang luar biasa. Banyak pemuda, relawan, dan masyarakat sekitar datang membantu para korban. Ada yang membawa pakaian layak pakai, makanan, sembako, hingga dukungan moral agar para korban tetap kuat menghadapi cobaan ini. Kepedulian seperti inilah yang menjadi bukti bahwa rasa persaudaraan dan gotong royong masih hidup di tengah masyarakat kita.
Namun di balik peristiwa yang menyedihkan itu, ada kisah yang begitu menyentuh hati dan mengingatkan kita akan kebesaran Allah. Di antara puing-puing rumah yang hangus terbakar, ditemukan beberapa potongan ayat Al-Qur’an yang masih tersisa. Meskipun sebagian besar rumah dan barang-barang telah dilahap api, potongan ayat suci tersebut tetap terlihat utuh.
Salah satu potongan ayat yang ditemukan adalah dari Surah Al‑Baqarah ayat 153, yang berbunyi:
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Ayat ini seakan menjadi pengingat yang sangat kuat bagi kita semua, khususnya bagi para korban kebakaran. Di saat manusia diuji dengan kehilangan dan kesedihan, Allah mengingatkan bahwa jalan untuk menghadapi ujian adalah dengan kesabaran dan doa.
Bagi saya pribadi, menemukan potongan ayat ini di tengah puing-puing kebakaran adalah sesuatu yang sangat menakjubkan. Di saat segala sesuatu tampak hancur oleh api, firman Allah masih tersisa sebagai penguat hati. Hal ini membuat saya semakin percaya bahwa kekuasaan Allah begitu besar, dan bahwa setiap musibah pasti menyimpan hikmah di baliknya.
Peristiwa ini juga menjadi panggilan bagi kita semua untuk meningkatkan kepedulian sosial. Saudara-saudara kita di Terang-Terang masih membutuhkan bantuan dan dukungan, baik berupa doa maupun bantuan nyata seperti makanan, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari.
Semoga musibah ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang dimiliki, memperkuat keimanan, serta mempererat rasa persaudaraan. Dan semoga Allah memberikan kekuatan, kesabaran, serta mengganti kerugian yang dialami para korban dengan rezeki dan kebaikan yang lebih besar.
Karena di balik setiap ujian, selalu ada pesan dari Allah bagi hamba-Nya yang mau bersabar dan mengambil pelajaran.
