Oleh: Almyra Kharinniswa*
Ada satu hal yang paling aku syukuri di hidup ini, yaitu aku memiliki sosok ibu yang sabar dan sosok yang pekerja keras. Selama 12 tahun ini aku dirawat dan dibesarkan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
Seorang ibu pasti pernah memarahi anaknya karena kesalahan yang dibuat, kenakalan anaknya, keras kepala, dan lainnya. Tapi kita mana tau kalau segala teriakan atau pun larangan ibu itu justru salah satu bentuk kasih sayangnya. Andai saja aku sudah tak lagi disayang, mungkin sekarang aku tak bisa seaktif ini. Kalau bukan karena dukungan Ibu, aku tidak bisa mengerti tugas-tugas sekolah kalau bukan karena diajar dan dibimbing ibu. Mungkin aku tidak bisa serajin ini jika bukan karena motivasi dan nasihat ibu yang selalu mengatakan bahwa ,” Orang malas tidak akan maju jika dia tidak ingin berjuang”.
Aku pernah putus asa dengan usaha-usahaku. Tapi berkat dukungan ibu, aku merasa bisa membuat ibu bangga dengan segala pencapaianku. Aku bertekad mempersembahkan yang terbaik untuk ibu. Jerih payahnya selama ini akan aku balas dengan kesuksesan berkat doa-doanya. Tidak akan aku sia-siakan segala pengorbanan ibuku. Takkan aku biarkan ibu menderita. Tetesan keringat dan air mata ibu akan aku balas dengan memberikannya kebahagiaan.
Hadiah terindah yang diharapkan seorang ibu adalah keutuhan dan kebersamaan keluarga. Ibu tidak mengharapkan yang muluk-muluk. Semua kasih sayang diberikan untuk keluarganya tercinta.
Masih panjang ceritaku tentang ibu. Masih belum cukup melukiskan kebahagiaanku karena memiliki sosok ibu yang baik dan penyayang. Kasih ibu sepanjang masa.
*Penulis adalah Siswi Kelas 7.1 SMPN 1 Watansoppeng
