Salah satu ayat dalam Surah Al-Hujurat mengatakan bahwa manusia diciptakan berbeda-beda agar mereka saling mengenal. Takdir saya terlahir dengan tubuh lebih pendek dengan teman sebaya saya, sehingga orang-orang kerap menyinggung kekurangan saya. Namun, alangkah bersyukurnya saya diberi akal sehat dan talenta yang luar biasa dan saya begitu bangga pada diri saya.

Sesungguhnya, saya tidak keberatan jika selalu diejek karena tinggi badan, tetapi hanya teruntuk orang yang akrab dengan saya. Pernah, bahkan sering, saya jumpai orang asing mencela tinggi badan saya. Saya tidak pernah meminta dilahirkan seperti ini. Bahkan saya yakin, beberapa orang pun ingin lahir tanpa kekurangan.

Saya mencoba berdamai dengan diri sendiri. Saya ikhlas, InsyaAllah, saya kuat. Saya tutupi dengan tawa. Orang-orang selalu mencela tanpa bercermin. Mereka tidak menyadari bahwa mereka pun memiliki kekurangan. Sebenarnya, saya takut hal ini menjadi penghalang di masa depan, dan benar, saya ragu untuk bisa menjadi seorang guru.

Cita-cita saya ingin sekali menjadi guru seni, namun orang-orang selalu mengerutkan kening mendengarnya. Sehingga saya tidak ingin ada satu orang pun yang tahu bahwa saya berkeinginan menjadi seorang guru. Saya ingin sekali menjadi guru karena niat saya adalah untuk berpartisipasi mencerdaskan anak-anak bangsa. Saya ingin memperbaiki moral bangsa ini, meski saya juga bukan orang suci. Namun, cita-cita itu akhirnya terkubur dalam-dalam karena kurangnya dukungan dari orang-orang sekitar. Sewaktu saya menulis ini, saya masih dalam fase menunggu. Saya berharap sekali bisa diterima tanpa tes tahun ini.

Terima kasih kepada teman-teman yang sudah membaca keluh kesah saya. Saya harap teman-teman yang mengalami hal serupa dapat kuat dan berdamai dengan diri sendiri. Dan ingatlah bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang unik.

(Visited 21 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *