Oleh: Revan Febriansyah

Di atas sujud yang paling lama
aku belajar pelan-pelan
mengurangi namamu dari harapku.

Bukan karena hatiku berhenti,
tapi karena aku tahu
ada cinta yang cukup dijaga
tanpa harus dimiliki.

Di sajadah yang sama setiap malam aku berkata pada Tuhan, “Jika dia bukan jalanku,
jangan biarkan aku melukainya dengan keinginan.”

Maka aku membuat janji
pada sujud yang paling sunyi
“aku akan berhenti mencintaimu sebagai seseorang yang harus kumiliki,
dan belajar mengagumimu
seperti langit mengagumi bintang, indah, tapi jauh”.

Dan jika suatu hari
doaku tidak dikabulkan
oleh Sang Cahaya
untuk memilikimu,

biarkan saja
doa dan dzikirku yang lain
menjadi penjaga tak terlihat
di setiap langkahmu.

Sebab mencintai tidak selalu berarti bersama.
Kadang ia hanya berarti
mendoakan seseorang
dari jarak yang paling sabar.

(Visited 28 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *