Oleh ; Suci Angraini
Skip
Keesokan harinya,Geva sudah siap dengan seragam SMAnya.
“Geva, ayo sarapan dulu sayang,”ucap Anara Valeria yang tak lain dan tak bukan adalah ibu dari si twin’s Gevana dan Gevano, saat melihat sang putri menuruni tangga.
“Nggak dulu deh mom, soalnya Geva lagi buru-buru, takut telat, ntar Geva sarapan di kantin aja mom,”ucap Geva tergesa-gesa.
“Ya udah, hati-hati yah, jangan sampai lupa sarapan di sekolah!”ucap Anara untuk mengingatkan sang anak agar tidak lupa untuk sarapan.
“Iya Mom,”balas Geva sambil menyalami tangan Ibunya.
“Ya udah Geva berangkat dulu Momy,”sambung Geva dan segera bergegas pergi.
Anara tersenyum lembut melihat punggung putrinya yang sedikit demi sedikit menghilang dari pandangannya.
Geva sudah berada di depan rumahnya dan segera mengeluarkan handphonenya dan mencari kontak Vino. Setelah menemukannya, Ia langsung menghubungi Vino.
“Vino jemput gw yah,,kita berangkat bareng. Bisa kan Vin?”Geva bertanya ke Vino saat panggilannya sudah tersambung.
“Nggak bisa Geva. Gue berangkat bareng Ciara,” ucap Vino menjawab pertanyaan Geva.
Lagi- lagi Vino melukai hati Geva dengan perkataannya. Apakah Vino pantas untuk Geva? Ah entahlah.
“Owh, it’s ok Vin,“ucap Geva dan segera memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Vino hanya acuh. Sakit hati? Yah, Geva merasakannya lagi.
Tak mau ambil pusing, Geva segera memesan taksi online untuk berangkat ke sekolah.
Sebenarnya Geva mempunyai banyak motor dan mobil bermerek dengan harga yang fantastis, yang bisa dipakai ke sekolah,tapi dia sangat malas menggunakannya. Geva juga sudah ditawarkan oleh ayah dan ibunya agar diantar jemput oleh sopir pribadi mereka, tapi lagi- lagi ia menolak dengan alasan tidak ingin dikatakan sombong oleh teman sekolahnya,karena rata- rata siswa di sekolah hanya menggunakan ojek atau taksi untuk berangkat ke sekolah.
Dan perlu diketahui, Geva tidak suka juga memakai pakaian yang mencolok, makeup yang menor dan bersikap sombong walau dirinya adalah anak dari pengusaha sukses,bahkan sangat sukses.
