Hujan November, Sahabat Sunyiku
Oleh: Aisyah Shafira Yunus* Malam itu aku menangis, dan entah kebetulan atau tidak, langit pun ikut menangis bersamaku. Rintik hujan turun perlahan, seakan langit tahu bahwa aku sedang menahan sesak…
Sang Musisi Tua
Oleh: Amara Nasifa* Dingin bulan November memeluk stasiun kereta yang sepi. Di sudut yang basah oleh tempias hujan, seorang laki-laki berusia 60 tahun, dengan mantel usang dan mata yang lelah,…
Dialog Rana
Oleh: Aisyah Nur Adhayani* Berjalan di antara sisa cahaya,menyusuri lorong waktu yang basah oleh diam.Udara menggigil, menahan gugur dari kata,sementara pikirannya bergetar di tepi nadi yang terlupa. Ia mencari arti…
Impian Masa Kecilku
Oleh: Muthia Fadhilah Qalbi* Sejak aku kecil, satu impian yang tak pernah berubah aku ingin ke Disneyland.Aku tidak tahu sejak kapan tepatnya keinginan itu muncul. Mungkin sejak pertama kali aku…
Mimpi Kecil yang Tumbuh Di Hati
Oleh: Asywaq Fakhriah* Sejak kecil, saya punya satu mimpi besar: saya ingin memberangkatkan Ayah dan Ibu untuk umroh ke Tanah Suci. Setiap kali melihat orang-orang pulang dari umroh dengan mata…
One Day, Los Angeles
Oleh: Andi Zalfa Azahra Ulum* Sejak kecil, aku memiliki satu impian yang tidak pernah berubah: aku ingin pergi ke Amerika Serikat tepatnya ke Los Angeles. Entah mengapa, setiap kali aku…
Sahabat Seperti Cahaya
Oleh: Andi Elysa Azahra Suraediputri Kau datang tanpa janji Tapi kehadiranmu selalu berarti Dalam diam, kau mengerti Tanpa kata, kau peduli Kita tertawa di bawah langit yang sama, Kadang menangis…
Sepatu Impian Raka
Oleh: Adit Anugrah Pratama Rak-rak sepatu itu berjajar rapi, seolah memamerkan keanggunan dan kepercayaan diri. Cahaya lampu toko yang terang memantul di kulit sepatu, membuat setiap pasang tampak seperti bintang…
Di Balik Deretan Piala
Deretan piala itu berkilau setiap kali sinar matahari pagi menembus jendela ruang tamu. Bentuknya bermacam-macam: ada yang tinggi menjulang dengan sayap emas, ada pula yang kecil sederhana namun tetap memantulkan…
Sepotong Waktu yang Tenang
Oleh: Adit Anugrah Pratama Taman kota mulai sepi sore itu. Matahari perlahan merunduk, sinarnya temaram menembus celah pepohonan. Seorang pria duduk diam di bangku putih yang mulai pudar catnya. Ia…
