Anak yang Kehilangan Jalan untuk Pulang
Oleh: Rina
Terkadang aku sering berpikir, “Gimana rasanya dipeluk Ayah ketika kita sedang sehancur-hancurnya?”
Di saat aku duduk sendirian, aku selalu mengingat masa-masa di mana aku bisa merasakan usapan lembut tangan Ayah… Duduk di pangkuan Ayah dan pergi bersama Ayah… Terkadang aku sering meneteskan air mata di saat momen itu teringat kembali di pikiranku.
Dalam hidup, kita bertemu banyak bentuk cobaan yang harus kita hadapi. Dan terkadang, semua kehilangan memaksa kita untuk menerimanya walau kita tidak sepenuhnya menerima itu…
Sekarang aku mengerti kenapa Ayah selalu mengatakan aku harus kuat, karena dunia dewasa enggak diciptakan untuk orang-orang yang lemah…
Bahkan yang bikin seneng enggak akan datang dua kali, semuanya akan pergi secepatnya…
Kadang yang kita inginkan tidak diberikan oleh Tuhan. Tetapi egoisnya, kita sering memaksa Tuhan untuk memberikan apa yang kita inginkan…
Aku mengingat pesan Ayah waktu itu,
“Nak, jika suatu hari kamu sedang sehancur-hancurnya dan kamu kehilangan arah untuk pulang, jangan berhenti ke Tuhan ya, Nak…”
Mungkin terdengar buruk, tetapi ini adalah pelajaran yang terbaik.
Selagi Tuhan belum memanggil, itu tandanya kamu masih pantas untuk hidup di dunia ini. Bersabarlah, lewati saja dulu. Mungkin Tuhan cuma nguji seberapa kuat kita menjalani ini semua.
Watansoppeng,1 September 2026
