Oleh: Raghif Yazid Uqail
Di pinggiran Kota Pedica, hidup seorang anak bernama Hazel. Ia merupakan anak tunggal yang tinggal bersama orang tua nya. Kini, Hazel duduk di bangku kelas 9 SMP dan sebentar lagi, ia akan naik ke tingkat SMA.
Pada suatu hari yang cerah, Hazel berbincang bersama temannya, Keyo. Keyo berkata, “Hazel, kan sekarang tuh liburan, daripada bosan ayo kita berkemah.” Hazel pun menjawab, “Hmm.. iya juga ya, daripada bosan terus di rumah ” kata Hazel. Tidak lama setelah itu, Hazel mendekati ibunya dan mengatakan bahwa ia ingin berkemah. Tentu saja, Hazel tidak diberi izin. Hazel adalah seorang anak yang sangat dijaga oleh kedua orang tuanya, bahkan dalam beberapa kegiatan, Hazel terpaksa izin karena dilarang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Namun, Hazel tidak menyerah. Ia mencoba merayu ibu nya agar memberikannya izin. Hazel berkata, “Yah ibu.. Sekarang tuh liburan, masa dirumah terus? Bosan banget.” Mendengar rayuan anaknya, ibu nya memberikan izin untuk berkemah selama beberapa hari. Hazel dan Keyo pun melompat kegirangan.
Beberapa hari kemudian, Hazel dan Keyo pun berangkat ke hutan yang berada di pinggir kota. Hutan itu terkenal dengan berbagai cerita yang berkembang di masyarakat setempat. Mereka pun tiba di pintu masuk hutan tersebut. “Kamu yakin Zel mau di sini? Kamu gak takut?” Keyo bertanya cemas. “Iyalah, Hazel gitu lohh, buat apa takut? Yok masuk! ” Hazel menjawab dengan lantang dan berani. Keyo dan Hazel pun masuk ke hutan lalu mulai membangun tenda.
Malam pun tiba. Setelah tenda berdiri, mereka pun menyalakan api unggun lalu membakar ayam dan berbincang bincang. Di malam itu, bulan terlihat samar dan tidak ada satupun bintang terlihat. Entah kenapa, malam itu gelap gulita tidak seperti biasanya. Awalnya, mereka tidak merasakan apa apa, hanya bercanda dan tertawa. Namun, semakin lama, mereka sadar bahwa ada keanehan yang seharusnya tidak terjadi.
Setelah mereka menyadari keanehan, mereka pun bergegas mematikan api unggun dan masuk ke dalam tenda. Mereka sebenarnya belum tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun mereka harus tetap waspada. Mereka pun bergegas tidur agar tidak berpikir yang aneh-aneh. Walau mencoba tidur, mereka tidak bisa tidur disebabkan rasa takut yang menyelimuti.
Tiba tiba dari luar tenda, terdengar suara orang menyapu dedaunan. Namun, suara tersebut terdengar samar. Mereka sadar, bahwa di hutan ini, tidak ada siapapun kecuali mereka berdua. Mereka mencoba menenangkan diri, namun semakin lama, suara itu semakin jelas. Akhirnya, mereka pun memberanikan diri untuk keluar tenda. Alangkah kagetnya, mereka menemukan seorang nenek tua yang sedang menyapu dedaunan. Mereka mencoba mendekat, namun nenek tersebut lenyap dan tiba tiba muncul di belakang mereka. Keyo dan Hazel pun berteriak ketakutan. Nenek itu mengatakan kepada mereka “Selamat datang di hutan! Hutan dengan misteri yang tidak akan pernah terpecahkan. Sebagai hadiah selamat datang, kalian harus menemukan mata air tersembunyi di hutan ini, dan kalian akan menemukan pesan rahasia di dalam nya. Semoga berhasil! ” ucap nenek tersebut. Setelah bicara, nenek tersebut hilang entah kemana. Keyo dan Hazel pun mengikuti perintah nenek tersebut untuk mencari mata air di hutan ini. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Watansoppeng,2 Agustus 2026
