Oleh: Afika Shidqya Azzahra

Dahulu, tatapan yang kau berikan itu tidak memiliki arti yang begitu dalam. Hanya sekadar dua pasang mata yang bertemu di tengah riuhnya segala sesuatu di sekitar kita.

Namun rasa-rasanya kali ini berbeda. Meski sepasang mata milikmu itu bukan untukku, hanya dengan menatapnya saja sudah mampu membuat detak jantungku menjadi tak karuan.

Ini baru sepasang mata.

Lalu bagaimana caraku sanggup menatap parasmu, apabila menatap kedua matamu saja aku sudah kepalang malu?

Namun, meski begitu, sebenarnya aku benar-benar ingin menghabiskan waktu hanya untuk memandangimu.

Kali ini, hingga nanti, bahkan selamanya.

Biarkan aku dapat sepenuhnya memandangi parasmu di setiap kesempatan yang ada. Rasanya sayang, ada rupa seindah itu dan dunia hanya melewatinya begitu saja.

Bahkan hanya untuk membayangkan wajahmu di dalam benakku saja aku sudah tak sanggup.

Biarkan aku memiliki keindahan itu.

Tidak, tidak.

Biarkan aku saja yang tak henti-hentinya mengagumi wajahmu.

Watansoppeng, 12 September 2026

(Visited 7 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *