Oleh : Nur Aqilah Salim
Sebulan setelah mendatangi rumah sakit, Al berniat kembali ke tempat itu tanpa sepengetahuan Aarav dan Keyl. Di samping ingin mencari informasi, Al juga ingin memastikan perempuan itu baik-baik saja.
Minggu pagi ini, kedua kalinya Al menginjak lantai ruang rawat Oliv, kali ini didapati gadis tersebut sedang duduk termenung di kasurnya. “Hai” sapa Al kala itu, “kamu..” lirih Oliv, “iya aku Al, cowok yang di postingan itu. Tapi gak usah takut, aku ke sini gak mau macem-macem kok” sahut Al.
“Aku cuma mau minta kamu jelasin kronologi kejadian malam itu, karena aku bener-bener gak inget apa-apa” kata Al yang berusaha membujuk Oliv untuk cerita
“Hm jadi gini, hari itu aku pulang malam habis kerja kelompok, terus aku lewat di salah satu cafe dan aku liat kamu keluar dari cafe itu kayak orang yang dalam keadaan mabuk. Ya gatau kenapa, aku inisiatif ngikutin kamu sampai di taman, terus aku turun dari mobil buat nyamperin kamu. Di situ kamu ngamuk-ngamuk, aku mau bantu tenangin tapi malah… ya kejadiannya kayak yang di video viral itu” jelas Oliv.
“Maaf aku bener-bener gak sadar, aku gak sengaja mukul kamu. Bahkan aku gak ingat kenapa malam itu bisa mabuk” kata Al, “udah lupain aja” jawab Oliv dengan tenang.
Sehabis berbincang hangat dengan Oliv, Al pamit pulang dari rumah sakit tersebut. Namun, saat hendak menaiki motornya Al mendapati kaca spion kanan pecah dan terdapat coretan spidol di kaca spion kiri, “Al jahat” tulisan yang persis seperti yang tertera pada kertas di atas kasurnya satu bulan yang lalu.
Sore hari setibanya di rumah, Al langsung menceritakan semua yang dialami hari ini kepada Aarav lewat telepon. Masih menjadi rahasia, siapa dalang di balik tulisan tersebut dan apa yang membuatnya mabuk di malam tahun baru itu.
Keesokan harinya saat Al memasuki kelas, Aarav dan Keyl langsung menghampiri Al dan memperlihatkan sebuah rekaman CCTV. Ternyata setelah Al cerita ke Aarav, malamnya Aarav langsung mengajak Keyl untuk memeriksa CCTV di cafe yang dimaksud oleh Oliv.
Dalam rekaman CCTV itu tampak Al sedang duduk sendirian di bangku cafe menunggu pesanannya dan pelayan datang dari arah belakang. Saat masih beberapa langkah menuju Al, tiba-tiba saja seorang perempuan menarik pelayan tersebut.
Perempuan itu memberikan uang kepada sang pelayan, lalu menukar minuman pesanan Al dengan minuman yang dia bawa, botolnya sama persis. Setelah diperhatikan dengan saksama ternyata perempuan tersebut adalah Tiwi, wanita yang menabrak Al di kantin pada hari pertama rekaman Al dan Oliv viral.
Al, Aarav, dan Keyl bergegas melabrak Tiwi di kantin. “Sekarang lo udah gak bisa bohong Wi, ceritain sedetail-detailnya soal semua yang udah lo lakuin” ucap Keyl dengan tatapan tajam dan nada suara yang meninggi.
Seketika semua orang menatap Tiwi dengan sinis termasuk Al, pria dengan bola mata cokelat ini menatap penuh dendam ke arah Tiwi. Situasi yang mulai mencekam memaksa Tiwi untuk angkat bicara.
“Okay okay jadi ceritanya, satu tahun yang lalu di kantin ini gue ngasih kue cokelat ke Al, kue yang dibuat dengan jerih payah gue sendiri. Tapi malah di tolak mentah-mentah di depan umum, bayangin gimana malunya,” jelas Tiwi sembari menunjuk ke arah Al.
“Sejak saat itu gue benci banget sama Al, dia jahat. Awalnya dendam itu masih bisa dipendam tapi akhirnya, malam tahun baru ini gak sengaja liat Al lagi di cafe, ya gue tuker aja minuman pesanan dia sama minuman keras yang bisa bikin dia mabuk” sambungnya.
“Ya maaf gue emang salah, tapi kan gak gitu juga balesnya. Semua bisa dibicarain baik-baik wi” ucap Al memotong penjelasan Tiwi.
“Dan besoknya gue sengaja nabrak dan numpahin minuman ke Al supaya bisa pura-pura ngelap baju dia, padahal disitu gue diem-diem taruh mini GPS di kantongnya supaya bisa lacak alamatnya. Terus langsung aja gue ngirim orang buat acak-acak rumah Al dan ngirim pesan-pesan “Al jahat” buat bikin hidup Al gak tenang” pungkas Tiwi.
Mendengar penjelasan Tiwi, amarah menyeruak di dada Al dan semua orang yang berada di kantin saat itu juga ikut merasakan kekesalannya. Aarav langsung menyeret Tiwi ke ruang guru untuk diadili seadil-adilnya. Alhasil Tiwi di skors oleh pihak sekolah, ditambah lagi semua siswa memusuhinya sampai hari kelulusan.
“Jangan membiarkan dendam hidup dalam hati, karena kelak dendam itu bisa membakar diri sendiri”.
Selesai.
Watansoppeng, 6 Oktober 2021
