Oleh : Andi Khadijah Azzahrah
Aku sudah tidak sabar semenjak Ibu A. Nurhaedah dan Ibu Sri mengenalkanku pada program STEP, yaitu Students Entrepreneurship Programme (Program Kewirausahaan Siswa) di sekolahku, SMPN 1 Watansoppeng.
Aku ceritakan sedikit, waktu itu setelah aku selesai ikut pertemuan untuk agen perubahan, salah satu program sekolah penggerak di sekolahku, ibu Sri memanggilku dan meminta mendiskusikan sesuatu. Ternyata saat itu, ia menawarkan program STEP dan meminta partisipasi pengurus OSIS untuk ikut sosialisasi mengenai program ini.
Awalnya aku agak skeptis, dan merasa bahwa program ini tak lain hanya program biasa yang akan menguras tenaga. Tetapi setelah aku beritahu pengurus OSIS yang lainnya untuk bergabung mengikuti sosialisasi, dan mendengarkan tujuan dan kegiatan apa saja yang akan kami lakukan, aku seketika mengubah semua cara pandanganku.
Mataku berbinar-binar, jantungku berdegup kencang, ragaku seperti ingin melompat-lompat. Sedikit berlebihan, pikirku. Tapi tak apa, karena menurutku program ini benar-benar cocok denganku.
Dalam sosialisasi itu, guru kami menjelaskan bahwa program STEP tak hanya akan memberikan teori seputar perdagangan, tetapi juga kami, akan ikut andil agar mendapat cukup pengalaman. Dijelaskan bahwa, para peserta sendiri yang akan turut berpartisipasi aktif dalam program ini.
Kegiatan pertama program STEP adalah Study Field, yaitu kami sendiri yang akan pergi untuk survey ke beberapa penjual. Baik itu kuliner, aksesoris, sampai alat tulis. Didampingi oleh guru, tentu saja.
Bagian terbaiknya adalah, jadwal kami melakukan study field adalah hari ini! Aku sangat bersemangat dan sedikit tidak sabar membayangkan aku, akan turun ke lapangan dengan teman-temanku untuk melakukan wawancara dengan para penjual makanan.
Singkat cerita, waktunya pun tiba. Bu guru menyuruh kami untuk berkumpul di satu titik terlebih dahulu. Kemudian dengan berbekal berbagai pertanyaan yang sudah kami siapkan, aku bersama teman-teman mewawancarai salah satu penjual. Kami sudah menemukan target, tetapi ini tak semudah bayanganku. Ada berbagai rintangan yang menghadang kami. Seperti penjual yang tidak ingin diwawancarai, ataupun penjual yang tidak bisa diwawancarai karena warungnya sedang ramai.
Meskipun begitu aku yakin, dengan semangat kami yang membara kami bisa melaluinya! Setelah gagal beberapa kali, kami mencoba lagi kepada salah satu penjual, dan Alhamdulillah! Penjual itu mau untuk diwawancarai.
Setelah dipersilahkan untuk duduk, aku pun mulai mewawancarai penjual tersebut, dan temanku merekam beberapa video singkat terkait wawancara kami. Setelah mengobrol cukup lama, aku sekali lagi dibuat kagum. Betapa pekerja kerasnya ia, betapa susahnya menjalankan sebuah usaha, jatuh dan bangun dalam merintis usaha, ia sudah lalui semuanya. Dimulai pada tahun ’94 ia berjualan peralatan rumah tangga, hingga kini menjual aneka kuliner yang lezat.
Setelah mengucapkan terima kasih, aku dan teman-teman kembali pada titik awal kami berkumpul. Dan yang membuat hariku tambah menyenangkan, guru kami akan membawa kami ke restoran ayam. Perut kami yang memang sedari tadi berbunyi, sebentar lagi akan diisi oleh hidangan yang lezat! Terima kasih, bu!
Setelah perut terisi, dan setelah melewati hari yang panjang, kami akhirnya pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan gembira dan kenyang, tentu saja. Dan aku? aku memikirkannya. Betapa aku sangat beruntung mempunyai guru yang siap memberi dorongan tentang mimpi, menjadi wadah untuk mengembangkan bakat kami. Aku juga memikirkan betapa beruntungnya aku mempunyai teman yang siap membantu kapanpun aku meminta bantuannya, serta betapa beruntungnya aku mendapat pengalaman dan pelajaran berharga yang kuyakin akan berguna bagi kami semua, di masa depan.
Akhir cerita, aku ingin mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena telah memberikanku anugrah terindah. Guru, teman, dan pengalaman berharga. Untuk kedepannya, aku tidak sabar menunggu rangkaian kegiatan STEP selanjutnya!
Watansoppeng, 22 Oktober 2021
