Oleh: Syifa Nabila Muhlis

Rumah…
Satu kata yang memiliki makna bias.
Rumah yang berbentuk bangunan, dan rumah yang tak berbentuk bangunan. Rumah yang bernyawa, bernafas, dan memiliki emosi.

Jawabannya: orang terkasih.
Orang yang bisa menerima baik dan buruknya kita.
Bisa menjadi tempat pulang di kala lelah menghadapi beratnya kehidupan.
Menjadi pendengar yang baik ketika mulut lain menghakimi.
Tak pernah berkata tidak untuk merengkuh kerapuhan yang tersimpan di dalam jiwa.

Matanya menatap dengan binar-binar saat kita datang dengan tubuh penuh luka,
dan bulir air mata memupuk di pelupuknya saat kita hendak pergi, siap menghadapi berbagai cobaan baru.

Tangannya selalu siap menopang beban tubuh kita,
Meski kita tak pernah benar-benar tahu, seberat apa tubuhnya.

Dan… hatinya, yang kian hari kian meluas, layaknya lautan samudra.
Semakin banyak ucapan dari mulut kita yang menyakitinya, entah mengapa… hatinya bertambah luas, tak terhitung batasnya.

Aku… sudah menemukan rumah.
Tempat untuk pulang ketika lelah dengan segala hal.
Tempat berkeluh kesah, tanpa harus terlihat tegar sepanjang waktu.

Namun terkadang… kita harus siap beranjak dari satu rumah ke rumah lainnya, demi melanjutkan hidup.
Tak ada jaminan kehangatan akan bertahan lama. Tak ada pula jaminan kenyamanan akan abadi.
Cari, dan rasakan tiap masanya.

Orang berkata,
“Sehangat-hangatnya rumah baru, rumah lama tetap punya tempat tersendiri di hati.”
Entah benar atau tidak… kalimat itu bukan mutlak, bukan pula mustahil.
Karena setiap rumah—baru maupun lama—akan bermakna besar, bagi yang ingin memaknainya.

Bagi kamu, yang belum menemukan ‘rumahmu’ sendiri, teruslah berkelana.
Teruslah mencari, hingga kamu temukan seseorang yang mengertimu tanpa harus membuktikan betapa berharganya dirimu.
Teruslah berkembang, dan terbang tinggi.

Tak nyaman, dan gagal menyesuaikan… adalah hal biasa.
Namun, percayalah—hal-hal itulah yang membentuk perisai di hati kita.
Agar tak mudah terluka, dan selalu siaga saat memasuki rumah yang baru.

Watansoppeng, 3 Juni 2025

(Visited 60 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *