Oleh: Aqilah Putri Faishal

Hari demi hari telah kujalani, melewati segala rintangan yang kadang terasa begitu berat. Namun, setiap langkah yang kutapaki membawa aku lebih dekat pada pemahaman tentang perasaan yang dulu terasa begitu rumit. Perasaan cinta yang hadir dalam berbagai warna dan bentuk di sepanjang perjalanan hidupku.

Dulu, aku berpikir bahwa bersamanya adalah segalanya. Dia adalah alasan di balik senyumku, sosok yang membuat setiap hari terasa istimewa. Bersamanya, aku merasa hidupku penuh cinta. Cinta yang aku anggap tulus, sempurna, dan abadi. Tapi, waktu perlahan membuka mataku. Semua perasaan itu hanyalah sementara, seperti pelangi yang indah tapi cepat menghilang. Bahkan, beberapa kisah yang pernah aku jalani ternyata bukan tentang cinta, melainkan hanya sekadar rasa penasaran yang membutakan.

Luka-luka yang ditinggalkan perjalanan itu memang perih. Air mata yang tumpah seolah tidak pernah habis, dan di saat-saat tertentu, aku sempat bertanya pada diriku sendiri; apakah semua ini sepadan? Namun, kini aku sadar, luka dan air mata itu adalah guru terbaikku. Mereka mengajarkan aku untuk lebih kuat, lebih bijak, dan lebih peka terhadap apa yang benar-benar aku butuhkan dalam hidup.

Aku belajar bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan yang membuatmu melayang, tapi juga tentang rasa aman, pengertian, dan keberanian untuk menerima segala kekurangan. Cinta sejati adalah tentang perjalanan dua hati yang saling mendukung, bukan sekadar keindahan sementara yang cepat pudar.

Saat ini, aku tidak lagi menyesali perjalanan yang pernah kulalui. Sebaliknya, aku bersyukur karena setiap kisah, meski penuh luka, adalah bagian dari proses yang membentuk diriku. Kini, aku menanamkan harapan dalam hati bahwa di masa depan, akan ada kisah yang jauh lebih indah. Sebuah kisah yang tidak hanya memberiku kebahagiaan, tetapi juga kekuatan untuk terus melangkah.

Hingga saat itu tiba, aku ingin menggunakan waktu ini untuk memperbaiki diriku. Aku ingin menjadi pribadi yang lebih matang, lebih kuat, dan siap menerima cinta yang sesungguhnya. Cinta yang tidak hanya melibatkan perasaan, tetapi juga ketulusan dan komitmen. Karena aku percaya, meskipun cinta sejati tidak datang dengan mudah, ia akan selalu menemukan jalannya kepada mereka yang benar-benar siap.

Hidup ini adalah perjalanan, dan aku yakin setiap luka adalah bekal untuk kisah yang lebih baik di masa depan. Kisah yang aku tunggu dengan penuh harapan dan keyakinan, karena pada akhirnya, cinta sejati selalu hadir di waktu yang tepat.

Watansoppeng, 1 Desember 2024

(Visited 73 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Aqilah Putri Faishal

Namaku Aqilah Putri Faishal biasanya di panggil Qelaa. Saat ini aku sudah berusia 15 thn. Dua orang terhebat dalam hidupku adalah ayah dan ibuku. Ayah bernama Muhammad Faishal, dan ibuku Henni Erna Ningsih. Hobi aku menulis dan juga bercerita. Selain punya hobi, masa iya sih aku gak punya bakat? SMPN 1 WATANSOPPENG adalah titik awal aku meraih prestasi dan mengembangkan bakatku yaitu di bidang pramuka dan juga seni musik Sudah banyak juara yang kuraih di pramuka seperti pionering, lkbb, yelling, paduan suara, dan masih banyak lagi. dan selanjutnya di bidang seni musih meraih juara di event oni oni toriolo yang pada saat itu saya memainkan alat musik suling bambu. Dari semua pencapaian itu, aku merasa bangga kepada diriku dan berterima kasih atas semua dukungan yang diberikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *