Oleh: Adhini Khumairah Latifa

Cinta itu seperti kata yang menakutkan bagiku. Banyak orang mengatakan bahwa cinta itu indah. Yaa, sungguh sangat indah jika cinta itu datang pada masa dan orang yang tepat. Namun, jika sebaliknya, apakah cinta itu masih indah?

Kalian pernah mendengar lagu Taruh? Yah.. lagu Taruh itu sungguh menyentuh, seperti pada liriknya “Rasa takut masih kgenggam nyaman, ku pelajari sedari kecil”, sungguh sangat berarti di kehidupan ku, hingga akhirnya rasa takut itu tumbuh seiring berjalannya waktu dan juga rasa takut itu semakin membesar.

Ada kalimat juga yang mengatakan bahwa, “jangan terlalu jauh, mulailah yang paling dekat”. Aku setuju tentang kalimat tersebut. Mengapa?

Seseorang yang membantu menerangi hidup yang berwarna ini kini merubah hidupku menjadi berwarna hitam dan putih. Sungguh sakit. Namun, apa boleh buat. Semua telah terjadi. Ratusan malam telah kulewati.

Kini jalan terakhirnya ialah ikhlas. Mengikhlaskan seseorang yang telah pergi, melapangkan dada untuk kebahagiaannya, dan tetap melanjutkan hidup sebagaimana mestinya.

Aku percaya jika antara aku dengannya memang masih mempunyai waktu bersama. Semesta akan punya cara tersendiri untuk menyatukan kami kembali. Entah itu di waktu yang cepat atau pun di waktu yang tak akan datang.

Tapi semua itu tak perlu ditunggu. Semua orang ada masanya. Selayaknya manusia, dia akan datang dan pergi seenaknya. Itu merupakan hal yang wajar karena dia juga manusia.

Watansoppeng, 16 November 2024

(Visited 50 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *