Oleh: Andi Annisa Nayla Rafeyfa

Sakit yang bertubi-tubi ini
Kecewa yang menyakitkan ini
Amarah yang terpendam ini
Sudah muak dengan semuanya!

Dunia selalu saja menghakimi
Inginku lari menjauh dari dunia,
yang terus saja menyakiti.
Dunia menuntut untuk bersabar!

Tak peduli seberapa sakitnya diriku.
Tak peduli seberapa hancurnya hatiku.

Dunia selalu saja menghakimiku
Kata-kata sabar selalu untukku
Rasa sedihku selalu diremehkan
Kekecewaanku selalu diabaikan

Bagai hewan sirkus yang selalu dipaksa menghibur semua orang!

Kurang sabar apa lagi?
Ribuan sabar telah kulakukan
Jutaan amarah telah kupendam
Milyaran sakitku obati sendiri

Kata-kata ribuan mahkluk itu, menyayat-nyayat luka yang selalu ku obati seorang diri…

Dituntut untuk selalu bersabar!
Namun batin ini tersiksa
Dituntut untuk selalu kuat!
Namun aku lelah

Batas kesabaran ini telah habis
Batinku sudah mulai melemah
Tenggorokan sudah tak sanggup
Menahan segala teriakanku

Sudah waktunya untuk menyerah
Sangat lelah!
Sudah waktunya untuk mengeluarkan amarah yang terpendam!
Dan, sudah waktunya untuk melupakan ribuan sabar ini.

Watansoppeng, 30 Januari 2025

(Visited 33 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *