Oleh: Devi Purnama*
Akhir-akhir ini bullying sering terjadi lagi di sekolah. Bullying tersebut sangat amat
berbahaya bagi remaja-remaja apalagi yang baru memasuki masa-masa pubertas. Bullying
sangat amat berpengaruh dengan para remaja dan bullying sering terjadi pada saat si
pelaku lebih berkuasa ataupun si pelaku bullying biasanya akan merundung seseorang
dengan berkelompok ataupun beberapa orang saja. Dan pelaku bullying sering bertambah
dan bertambah seiring berjalannya waktu. Semakin banyak perlakuan jahat maka semakin
meluas juga tindakan kekerasan dan perundungan kepada siswa/siswi dan semakin banyak
korban tertindas karena bullying ini. Bullying itu sendiri adalah tindakan mengintimidasi
seseorang melalui sikap, tindakan,dan perkataan. Jadi, bullying tidak terbatas pada
penyiksaan secara fisik, tetapi juga psikis. Mengucilkan dan menggosipkan seseorang juga
termasuk tindakan bullying. Bullying sangatlah berbahaya dan mengancam masa remaja
para remaja-remaja Indonesia, apalagi Indonesia ingin menghasilkan generasi yang dapat
membanggakan nama baik Indonesia di mata dunia.Korban bullying itu biasanya seseorang
yang terlihat paling berbeda di antara orang orang umumnya. Dia lebih rentan menjadi
korban bullying. Ada juga beberapa jenis-jenis bullying yaitu:
● 1.BULLYING FISIK
Bullying fisik adalah bullying yang menyakiti korban dengan fisik atau merusak barang
seseorang
Contoh: memukul,menendang,mendorong, mencubit,menjatuhkan, atau merusak barang
pribadi
● 2. BULLYING VERBAL
Bullying verbal adalah mengata-ngatai seseorang dengan perkataan yang
menyakitkan,menghina,atau merendahkan seseorang.
Contoh:
Mengejek nama orang tua ataupun mengejek fisik dan kekurangan,
mengancam,menghina,merendahkan,dan memberi julukan yang tidak baik.
● 3. BULLYING SOSIAL
bullying sosial adalah bullying yang bertujuan untuk merusak reputasi atau hubungan sosial
korban kepada orang lain
Contoh: menyebar gosip,mengucilkan korban dari kelompok atau orang lain dan membuat
korban merasa tidak di terima di lingkungan sekitar
● 4. CYBER BULLYING
cyber bullying biasanya dikenal dengan bullying di dunia Maya atau biasa kita sebut media
sosial. Mengirim pesan yang tidak pantas dan mengata-ngatai korban
Contoh:
mengirim pesan mengancam atau mengirim kan pesan yang negatif, serta mengirimkan
foto, mempermalukan korban secara online atau video tanpa izin pribadi pada korban.
● 5. BULLYING PSIKOLOGIS
Bullying psikologis adalah bentuk intimidasi yang menyerang kondisi emosional dan mental
korban.
Contoh:
Memberi tekanan yang berlebihan kepada korban, membentak, menakuti, atau membuat
korban tidak berharga di mata orang lain
● 6. BULLYING SEKSUAL
bullying seksual kebanyakan terjadi kepada wanita ke timbang laki-laki. Bullying seksual
adalah pelecehan verbal atau fisik yang bersifat seksual.
Contoh: menyentuh tanpa izin, membuat komentar atau perkataan vulgar (kata kasar atau
hinaan), dan mengancam dengan konteks seksual
Inilah beberapa jenis-jenis bullying yang ada. Dan jenis bullying yang sering ternyata di
lingkungan sekitar atau di sekolah itu biasanya bullying fisik, bullying verbal dan bullying
sosial. Bullying fisik sering terjadi jika seorang siswa bertengkar ketika tidak ada guru,
ataupun memukul korban karena tidak mau mengasih si pelaku apa yang dia minta. Bullying
verbal sering terjadi dimana-mana, biasanya siswa yang memanggil temannya dengan
nama orang tua atau julukan yang buruk serta fisiknya. Seperti
gendut,kurus,pendek,bodoh,hitam dan lain sebagainya. Bullying sosial sering juga terjadi
seperti mengucilkan salah satu orang atau membuat sebuah kelompok. Dan membuat gosip
kemudian menyebar gosip tersebut dan membuat korban tidak diterima di lingkungannya.
Bullying bisa terjadi karena berbagai faktor yang memengaruhi pelaku, korban, dan
lingkungan. Berikut adalah beberapa penyebab utama terjadinya bullying:
1.Pelaku ingin menunjukkan kekuatan atau merasa lebih unggul dibandingkan orang
lain.
2.Pelaku mungkin pernah menjadi korban bullying sebelumnya dan ingin “membalas”
pada orang lain
3.Pelaku mungkin menghadapi stres, kemarahan, atau frustrasi yang diekspresikan
melalui bullying
5.Kekerasan di rumah, seperti orang tua yang kasar, dapat membuat anak meniru
perilaku tersebut.Kurangnya perhatian atau kasih sayang dari orang tua.
Setelah mengetahui penyebab terjadinya bullying,Ada juga dampak dari bullying ini,
beberapa dampak bullying yaitu:
- FISIK
Korban mengalami cedera akibat perkelahian atau perlakuan kasar oleh pelaku. Korban
juga memiliki gangguan kesehatan seperti sakit kepala,sulit tidur, atau nafsu makan
menurun. - PSIKOLOGIS
Korban mulai merasa takut dan cemas untuk pergi ke sekolah. Korban juga
mengalami stres dan depresi yang jangka yang lama dan membuat korban juga
trauma. Menurunnya harga diri dan percaya diri oleh korban yang membuat korban
mempunyai keinginan untuk mengisolasi diri - AKADEMIK
Korban akan malas belajar dan membuat prestasi belajarnya menurun dan korban juga
akan sering izin ke gurunya karena ia takut untuk ke sekolah lagi karena takut bertemu
dengan si pelaku. - SOSIAL
Korban akan takut untuk bersosialisasi dengan orang lain dan kesulitan menjalin
hubungan pertemanan - EKSTREM
korban akan mulai melukai dirinya sendiri yang bisa menyebabkan kematian pada
korban.
Itulah beberapa dampak bullying pada korban bullying. Tapi dampak bullying tidak terjadi
pada si korban saja tapi dampak bullying juga terjadi pada si pelaku dan saksi yang melihat
kejadian bullying tersebut. Salah satu dampak si pelaku pembully adalah: - Sulit mengembangkan rasa empati dan hubungan sehat
- Penurunan prestasi karena lebih fokus pada tindakan negatif dan agresif
salah satu dampak pada saksi kejadian bullying adalah: - Merasa bersalah karena tidak membantu korban walaupun sedikit
- Mengalami ketakutan dan cemas menjadi target selanjutnya yang akan di bully
Masalah bullying ini sudah membuat banyak warga yang kewalahan dengan kasus bullying
ini. Kita sebagai warga Indonesia ini harus mencegah kasus bullying agar tidak bertambah
terus menerus. seiring berjalannya waktu, kita juga harus membuat Indonesia tanpa bullying
dan mencegah bullying terjadi lagi. Dan inilah beberapa contoh untuk mengatasi bullying
adalah: - Edukasi dan sosialisasi
Sosialisasikan bahaya bullying melalui seminar, pelatihan, atau kegiatan
edukasi.Tanamkan nilai-nilai empati, kerja sama, dan penghormatan terhadap
perbedaan sejak dini. - Peraturan dan kebijakan
Buat kebijakan anti-bullying yang jelas, termasuk sanksi bagi pelaku.Pasang poster
atau slogan anti-bullying di area sekolah. Dan membuat agen perubahan untuk
mencegah bullying di sekolah. - Meningkatkan penjagaan/pengawasan
Pastikan area rawan bullying seperti lorong, kantin, atau lapangan diawasi oleh guru
atau staf sekolah. Agen perubahan bisa juga ikut serta untuk mengawasi kegiatan
bullying di sekolah dan sekitar sekolah karena itu memang tugas agen perubahan
untuk merubah masa depan tanpa bullying.
Bullying adalah tindakan berbahaya yang mencakup fisik, verbal, sosial, psikologis, cyber,
dan seksual. Tindakan ini berdampak buruk tidak hanya pada korban, tetapi juga pada
pelaku dan saksi, yang dapat memengaruhi aspek fisik, psikologis, sosial, dan akademik
mereka. Bullying sering terjadi karena pelaku ingin menunjukkan kekuatan, pengalaman
trauma masa lalu, atau kurangnya kasih sayang di rumah.
Kasus bullying di sekolah menjadi perhatian serius karena banyak remaja, terutama di masa
pubertas, menjadi korban. Korban sering kali adalah siswa yang dianggap berbeda oleh
lingkungan sekitar, yang menyebabkan mereka rentan terhadap tindakan perundungan.
Jenis bullying yang sering terjadi di sekolah meliputi bullying fisik, verbal, dan sosial, yang
biasanya dilakukan tanpa pengawasan guru atau orang dewasa.
Dampak bullying sangat mengancam kesejahteraan korban, mulai dari trauma psikologis
hingga penurunan prestasi akademik, bahkan hingga keinginan untuk melukai diri sendiri.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, terutama sekolah, untuk mengambil langkah
tegas melalui edukasi, sosialisasi, peraturan, dan pengawasan untuk menciptakan
lingkungan bebas bullying. Dengan kerjasama semua pihak, bullying dapat dicegah, dan
generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang membanggakan dan berkualitas.
Dikutip dari berbagai referensi/sumber
*Penulis adalah Siswi Kelas VIII.5 SMPN 1 Watansoppeng
