Oleh: Nur Aqilah Salim*

Kala itu petang masih menyisakan serpihan terang
Udara berembus sejuk menusuk tenang orang-orang
Dingin pun mulai menyerang,
Menghampiri mereka yang masih berenang-renang.

Di bibir pantai yang terselimuti hamparan pasir putih
Akan tampak tapak kaki-kaki mungil
Yang dilewati mereka setelah berlari riang gembira,
Bersenang-senang membangun istana, berebut boneka kesukaan yang dibawanya, berakhir Dimainkan bersama.

Lukisan langit jingga dan ukiran senyum mereka
Menambah sejuk suasana
Hingga rasanya enggan beranjak dari sana
Panjang umur persahabatan kalian

Semoga tetap bersama sampai nanti beranjak dewasa
Tetaplah bersahabat walau kerasnya dunia mungkin kelak akan memaksa kalian berlari lebih keras
Membangun impian yang lebih tidak terbatas
Bahkan saat mata kalian dihadapkan peluang emas
Dan tubuh kalian dibonekakan keadaan

Semoga seiring bertambah usia dan bertumbuh raga
Tetap terjaga kemesraan persahabatan gadis-gadis lugu itu
Tanpa harus dihadapkan dengan tabu-tabu masyarakat
Tentang romantisasi sebuah persaudaraan tak sedarah.

— 3 April 2024

*Penulis adalah Siswi SMAN 8 Soppeng

(Visited 8 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Nur Aqilah Salim

Aku biasa dipanggil Qilaa. Lengkapnya Nur Aqilah Salim. Bergabung di Pena Anak Indonesia sejak 25 September 2021 dengan tulisan pertamaku sebuah sajak berjudul “Sandiwara”. Berawal dari menuliskan yang tak terlisankan, hingga akhirnya pada awal tahun 2022 kumpulan goresan penaku dan teman-teman dibukukan, menjadi buku pertama kami yang saat itu masih berstatus pelajar di SMPN 1 Watansoppeng. Sekarang aku sedang menikmati hiruk pikuk organisasi di SMAN 8 Soppeng! Jika ditanya apa hal yang dapat membuatku kecewa, jawabnya adalah semua energi negatif dari segala perilaku tega manusia di muka bumi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *