Malam semakin larut hingga pagi kini tak terasa telah tiba. Mentari dari ufuk timur terbit dengan begitu gagah perkasa menyinari seisi bumi. Hari ini tepat 25 November di mana Peringatan Hari Guru Nasional telah tiba di situlah saya menghadiri undangan dari Pena Anak Indonesia.
Bertemu langsung dengan bapak bupati sekaligus mendapat sertifikat penghargaan sama sekali tak pernah terlintas dalam benak saya.
Mejadi penulis terkenal selalu ada dalam list hidup saya, namun menjadi penulis lalu bertemu langsung dengan orang-orang hebat tidak pernah terukir di list kehidupan saya. Hari itu 25 November di depan banyaknya siswa serta dewan guru Kolaka Utara menjadi saksi bisu bahwa hari itu saya berhasil menerima penghargaan dari Bapak Bupati beserta kerabat lainnya sebagai Kontributor Pena Anak Indonesia.
Saya berhasil mendapatkan penghargaan tersebut tak lepas dari jasa sang inpirator, sang motivator sekaligus pendiri Bengkel Narasi, Bapak Inspirator Ruslan Ismail Mage. Beliau juga yang telah mendirikan komunitas Pena Anak Indonesia (PAI) sebagai wahana dunia literasi bagi anak-anak Indonesia. Seandainya hari itu saya tidak bergabung menjadi anggota PAI kemungkinan bakat literasi saya hanya tetap jalan di tempat layaknya orang yang akan melakukan gerak jalan.
Terima kasih tak terhingga kepada Bapak Ruslan Ismail Mage yang akrab kami panggil Om RIM yang selalu mensuport untuk terus menggerakkan pena kami melukis keindahan di Bumi Patowonua Kolaka Utara. Terima kasih pula saya ucapkan kepada bapak dan ibu mentor Pena Anak Indonesia. Terkhusus kepada Ayahanda Hasbi Latif, Bunda Rosmawati, Bunda Islamiati dan seluruh anggota Bengkel Narasi Kolaka Utara yang selalu memberi motivasi sehingga berhasil memunculkan saya di tengah-tengah orang hebat.
So excited,thanks for support system kepada Ibu,bapak guru, saudara-saudara beserta teman-teman yang selalu mendorong saya untuk terus maju dalam dunia literasi.Di bawah terik matahari di atas pijakan tanah saya berhasil mendapatkan penghargaan dalam dunia literasi.
Sebuah penghargaan yang akan saya jadikan motivasi untuk terus berkembang dalam dunia literasi. Lambang PENA ANAK INDONESIA di dada akan selalu terkenang dalam sanubari. Thank you for everything PAI,Aku Menulis Aku Mendunia.
Jangan pernah menyerah untuk maju karena menyerah hanya untuk orang yang buta akan keindahan dunia.
