Oleh: Ridho Putra*

Sepulang sekolah, Thony dan teman-temannya sedang berjalan bersama. Pale, seorang yang gemuk dan suka kripik itu mengeluh tugas sekolah yang begitu banyak. Kemudian Sri mengajak mereka untuk mengerjakan tugas bersama. Semuanya setuju, kecuali Thony. Thony dengan muka datarnya hanya diam seribu bahasa.

Cris pun mencoba bertanya kepada Thony. Tapi, Thony hanya memberikan jawaban singkat dengan rasa malas. Riva pun membujuk Thony agar mau bicara lagi seperti dulunya. Thony yang melihat teman-temannya itu tersenyum walau Thony terpaksa melakukannya. Dalam hatinya dia bersyukur bisa mendapatkan teman seperti mereka. Setibanya di rumah Sri, mereka mengerjakan tugasnya bersama.

*Penulis adalah Siswa SMAN 1 Nan Sabaris

Pada pukul lima sore, mereka selesai mengerjakan tugasnya. Thony, Pale, Cris, dan Riva pun pamit untuk pulang. Thony pun berpisah dengan teman-temannya menuju rumah masing-masing. Selama perjalanan, Thony yang sendirian itu melamun. Sebenarnya, Thony hanya sedang memikirkan orang tuanya yang akan berjanji mengunjungi dia. Namun, tujuh tahu berlalu, kedua orang tuanya itu tidak pernah mengunjunginya. Thony mulai kesal sendiri. Tapi, Thony hanya bisa menerima kenyataannya. Apakah Thony akan menjadi seperti itu untuk selamanya?

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜

(Visited 30 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *