Oleh: Ridho Putra*

Bulan berganti, hari bertukar, persahabatan Hydho dan Daniel tetap aman. Mereka selalu bersama ke mana pun. Hingga muncullah perseteruan di antara mereka.

Saat mereka bermain di taman, mereka diciduk oleh orang tuanya. Mereka menjadi ketakutan karena persahabatan mereka diketahui oleh orang tuanya. Orang tua mereka menghukum mereka berdua. Hydho dan Daniel dipisahkan paksa dan dikurung di rumah masing-masing.

Seminggu kemudian, Hydho merasa kehidupannya mulai menyakitkan hatinya. Dia tidak sanggup menghadapi hukuman tersebut. Dia merasa kalau persahabatan beda klan itu biasa. Hydho mulai merencanakan sesuatu.

Pada malam itu, ayah dan ibunya sedang makan makanan yang lezat. Saat itulah terjadi perkelahian yang hebat. Perkelahian tersebut dimenangkan oleh Hydho dengan ayah dan ibunya terkapar di lantai. Hydho pun melarikan diri tanpa tahu arah.

Di tengah larinya, dia mendapati Daniel yang membawa pedang yang berlumuran darah. “Hydho, aku sudah nggak tahan, sepertinya ini adalah waktu yang tepat” kata Daniel. Namun, saudara mereka mengejek karena perbuatan mereka. Namun setelah dibawa ke pengadilan, terjadilah hal yang membuat Hydho dan Daniel terhindar dari ejekan saudara-saudaranya. Hal apakah itu?

Masih penasaran? Jangan lewati Hydho and Friends : Hydho and Daniel’s Story part berikutnya.

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜

*Penulis adalah siswa SMAN 1 Nan Sabaris,Padang

(Visited 9 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *