Di sebuah desa terpencil, terdapat 2 orang anak gadis , yaitu Fira dan Lina. Mereka berdua adalah sahabat. Kemana-mana mereka selalu bersama. Mereka sudah bersahabat selama 7 tahun.

Fira kerap kali menyinggung Lina dengan candaannya. Tetapi hal tersebut sering membuat mereka tertawa terbahak-bahak. Mereka adalah sahabat yang memliki karakter yang sama, keras kepala dan nggak baperan.

 Pada suatu hari, Fira sedang bercanda dengan teman-temannya. Tapi entah kenapa Lina agak berbeda kala itu. Lina jadi tersinggung dan itu membuat hatinya sendiri sakit.

“Kamu kenapa sih Fira?” ucap Lina dengan suara lantang.

“Aku Kenapa, aku kan tadi cuma mau bercanda doang” kata Fira.

“Udah deh, aku males!” kata Lina lagi.

“Kamu tuh kenapa sih, baperan banget. Kok sifat kamu tuh agak berubah?” tanya Fira.

“Udah, aku udah males sama kamu” kata Lina sambil meninggalkan Fira yang berdiri mematung.

” Ya, udah!” ucap Lina dengan kesal.

Seminggu berlalu, Lina ingin bertemu Fira untuk meminta maaf telah membuat sahabatnya itu tersinggung karena ulahnya. Akan tapi Fira tidak ingin bertemu dengannya. Fira masih marah pada Lina mereka tidak pernah bertengkar selama ini waktu itu lina minta maaf ke Fira karena hal yang seminggu lalu.

“Fira, aku minta maaf soal hal minggu lalu” kata Lina.

“Heh, Aku sudah nggak mau mikirin soal hal itu aku udah cape tau nggak” jawab Fira.

“Ya, udah aku kan udah bilang maaf. Kalau kamu nggak maafin aku, itu mah urusanmu” kata Lina.

“Ya, udah” jawab Fira sambil melirik ke arah samping.

Selama seminggu lebih, teman-teman mereka yang melihat Fira dan Lina bertengkar segitunya banget karena mereka tidak pernah bertengkar selama itu apalagi Fira dan Lina sudah bersahabat selama 7 tahun.

“Mereka kenapa bertengkar sih? padahal mereka dulu akur mulu” kata Bunga salah satu teman Fira dan Lina

“Iya nih, padahal dulu tuh yah, aku tuh iri banget sama persahabatan mereka berdua ” jawab Lia salah satu teman mereka juga.

“ih, kamu aja yang iri, aku mah nggak

” kata Bunga.

“Emang aku, yang bilang kamu emangnya siapa” jawab Lia.

Beberapa hari kemudian Fira dan Lina Masih bertengkar dan tidak pernah berbicara lagi mereka bersikap seakan-akan tidak saling kenal saling kenal. Hari itu Lina hanya ingin memperbaiki masalahnya dengan Fira tetapi cara mereka berdua berbicara dengan satu sama lain yang ikut berubah.

“Fira, gue mau ngomong Ama lu” kata Lina.

“Ih, mau ngomong apa lagi sih lu Ama gue” jawab Fira.

“Huh, Fir” Lina menghembus nafas dan menyebut nama Fira, tetapi Fira memotongnya.

“Ha, lu pasti mau baikan kan Ama gue, sorry ya gue udah nggak mau lagi, walaupun gue ama lu bisa ngobrol bareng, tapi jangan berharap akan kayak dulu lagi” kata Fira.

“He, denger yah, gue itu tadi cuma mau ngomong, kalau persahabatan kita sampai di sini aja. Jadi mulai hari ini, menit ini, dan detik ini, persahabatan kita sudah berakhir” kata Lina dengan suara sangat lantang.

Sesudah itu, Lina dan Fira memikirkan yang mereka katakan tadi. Tetapi waktu tidak bisa diputar kembali dan mereka mengakhiri persahabatan yang mereka bangun sudah sangat lama. Saat itu pula Fira  sudah menjadi asing bagi Lina, dan begitu pun sebaliknya.

(Visited 46 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *