Oleh : Adhini Khumairah Latifa

Teruntuk kamu yang hanya singgah sekejap, tapi memberikan sejuta kenangan yang tak mungkin aku lupakan. Aku menyukainya bukan karena fisik ataupun hal yang lainnya.Namun, aku merasakan sesuatu yang belum pernah aku rasakan sebelumnya dari orang lain. Semua perlakuan yang dia berikan kepadaku membuatku tidak bisa melupakan dan melepaskannya.

Yaa…Aku bersyukur dan berterima kasih atas waktu yang dia berikan, dia yang selalu memberikan dukungan, selalu mengantarku pulang, puji-pujian yang diberikan kepadaku, serta kebahagiaan yang pernah aku rasakan atas hadirmu. Apakah seandainya aku meminta kembali semua itu, kamu mau memberikannya lagi padaku?

Maafkan karena aku pernah membuatmu kesal. Terlalu mengatur pergerakanmu. Melarang bolos, merokok, dan hal lainnya. Maafkan karena aku ingin menghentikan kebiasaan yang tidak baik itu. Maafkan jika sikap itu membuatmu merasa tidak nyaman. Mungkin semua itu kamu anggap hal sepele saja, sehingga kamu merasa jengkel karena aku yang terlalu mengatur segalanya.

Maafkan jika aku tidak sesempurna orang yang menjadi masa lalumu, serta orang-orang di sekitarmu. Aku akui itu. But, nobody is perfect. Mengenalmu adalah hal terindah bagiku. Walaupun kebersamaan itu hanya sekejap, tapi aku benar-benar merasakan hari-hari yang begitu indah ketika berada di sampingmu. Bagiku, engkaulah kebahagiaan yang selama ini aku impikan. Bersamamu aku merasakan dunia seakan-akan hanya milik kita. You’re the first thing in my life.

Tahun ini benar-benar aku merasakan hal terburuk karena kepergianmu. Kamulah orang terbaik yang pernah aku temui. My favorite person. Orang pertama yang pernah memberikan kenyamanan, kebahagiaanj, hingga sulit aku melupakannya. Namun, percayalah, darimu aku belajar tentang banyak hal. Darimu aku belajar bahwa tidak selamanya orang yang datang akan menetap selamanya. Semua yang datang akan pergi pada waktunya. Darimu aku belajar bahwa kadang kehadiran seseorang itu hanya akan menggoreskan luka yang teramat dalam.

Setelah kedekatan kita selama ini yang kemudian kamu tiba-tiba meninggalkanku begitu saja, membuatku belum bisa membuka hati untuk menerima yang baru. Aku akan menunggumu sampai kapan pun. Aku tidak akan peduli seberapa rasa sakit yang kurasakan selama dalam penantian itu. Aku juga tidak tahu apakah aku akan kuat menyaksikan kebersamaanmu dengan yang lain. Namun, satu yang pasti bahwa aku akan menerimamu kembali ketika engkau datang lagi kepadaku.

Untuk diriku, yang kuat yaa. Bersabar untuk kebahagiaan yang akan datang walaupun tidak tahu kapan tiba masanya.

Watansoppeng, 17 Desember 2022

(Visited 23 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *