Oleh : Rizky Inayah

Pagi yang cerah dengan matahari yang indah , dan angin sepoi -sepoi menambah kesan kehangatanku di pagi ini. Disinilah aku duduk di teras rumah sambil minum susu buatanku sendiri dan  mendengarkan playlist spotify favoritku. Disaat aku termenung, tiba – tiba saja notif di hpku  berbunyi dan aku melihat siapa yang mengirim pesan pagi begini. Dan ternyata pesan dari dia. Akupun tersenyum membacanya. bagiku pesan dari dia adalah sebuah penghargaan kalau ditanya mengapa, ya karena dia sangat berharga bagiku. Mulailah obrolanku dengannya.Karena terlalu asik mengobrol,aku lupa kalau cucianku menumpuk. Aku terlalu bahagia bertukar kabar dengannya sampe lupa ada yg menunggu untuk dicuci.

 Pekerjaan rumahku pun selesai. Yaa ..seperti biasanya aku membuka handphone ku lagi untuk melihat apakah dia sudah membalas pesan yang sudah kukirim tadi dan ternyata tidak. Aku mulai menunggunya sambil membaca buku yang ditulis oleh Yoon Hong Gyun. Menurutku buku ini mengajarkan kita untuk menghargai diri sendiri. Buku ini sangat berpengaruh bagi kehidupanku , yg dulunya tidak menghargai diri sendiri dan sekarang  sudah sangat bersyukur dengan diriku sendiri . Notifikasi hp ku pun berbunyi , aku bisa menebak kalau itu adalah pesan dari dia , dan ternyata aku benar. Obrolanku dengannya pun berlanjut.Begitu pula esoknya aku dan dia saling bertukar kabar dan juga aku selalu mendengarkan ceritanya, begitu pula dengan dia.

Tidak terasa seiring berjalannya waktu, aku dan dia sudah menjalin hubungan pertemanan selama 10 hari di bulan September ini , dan dia bilang ke aku bahwa dia punya sesuatu di bulan Oktober yang akan datang. Aku menunggu bulan Oktober tiba. Aku berharap kalau sesuatu yang diberikan itu adalah sesuatu yang berakhir dengan kebahagiaan.Dan disinilah tepat pada tanggal 01-Oktober-2021, aku sangat excited untuk menunggu sesuatu yang dia berikan padaku. Ternyata sesuatu yang ingin dia berikan padaku yaitu meminta untuk tetap berteman. Hatiku pun rasanya mulai rapuh. Satu persatu tetes air mataku jatuh membasahi pipi.Perasaan yang tak bisa diartikan lagi. Hatiku hancur ,kecewa dan menangis. Aku memutuskan untuk berhenti disini saja tanpa memikirkan konsekuensi ke depannya akan seperti apa. Yaa mau bagaimana lagi, perasaan ini sudah tidak bisa diartikan lagi.

Aku mulai paham dengan semua yang aku alami sekarang.  Kita tidak bisa berharap lebih kepada orang yang membuat kita merasa nyaman karena akan ada saatnya meninggalkan. Ujungnya cuma mengikhlaskan, melihatnya bahagia dengan orang lain. Pada akhirnya bukan cuma meninggalkan tapi merelakan.

Watansoppeng,11 Oktober 2021

(Visited 25 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *