Pagi itu, sekelompok siswa berkumpul di depan gerbang sekolah sambil mengenakan tas di punggung mereka. Mereka semua berbincang-bincang sambil menunggu kendaraan yang akan membawa mereka berkemah. Tak lama, sebuah bus berhenti di depan gerbang sekolah lalu seorang guru turun dari bus.
“Oke.. anak-anak silahkan masukkan barang bawaan kalian ke dalam bagasi bus lalu berbaris… bapak ingin memastikan jumlah kalian” ucap Jared guru pendamping kegiatan berkemah mereka
“Baik pak” jawab serentak para siswa
Setelah itu, mereka satu persatu meletakkan ransel yang mereka bawa ke dalam bagasi bus dan berbaris dengan rapi. setelah itu, pak Jared mulai menghitung siswa yang ikut berkemah. Setelah selesai menghitung dan tidak menemukan kekurangan, pak Jared pun mempersilahkan mereka naik ke bus. Satu persatu para siswa mulai naik ke bus.
“Kyle mengapa kau tidak menyimpan tas mu?” tanya pak Jared
“Aku hanya ingin memakainya…” ucap Kyle melepas earphonenya lalu naik ke bus
“Anak ini…” ucapnya dengan dengan sedikit rasa kesal lalu naik ke bus
“Baik anak anak… apakah kalian sudah siap pergi berkemah” Tanya pak Jared
“Siap…” Jawab seluruh siswa dengan penuh semangat
“Kalau begitu… berangkat”
“Berangkat”
Supir bus menyalakan mesin dan bus pun bergerak. Di perjalanan, mereka berbincang-bincang satu sama lain dan sudah membuat rencana perkemahan. Tak seperti siswa lain yang sibuk mengobrol dan tertawa ria, Kyle dengan wajah datar memakai earphonenya dan memutar sebuah lagu lalu menutup matanya sambil memeluk tasnya.
Saat Kyle sedang menikmati alunan musik dari earphonenya, sebuah suara membuatnya membuka matanya.
“Mengapa kau disini?” Tanya Kyle berbisik nyaris tak terdengar
“Aku hanya ingin memberitahumu sesuatu” ucap suara itu
“Tentang apa?” tanya Kyle
“Hey… lihat si aneh itu… penyakit anehnya muncul lagi… lihat dia bicara sendiri lagi” ucap Nolan mengolok-olok Kyle
“Nolan… jangan membuatnya marah. Apa kau sudah lupa” bisik Devan
Flashback on
“Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid pindahan. Silakan perkenalkan diri,” ucap Pak Hendra berjalan masuk ke dalam kelas diikuti seorang siswa pindahan.
“Namaku Kyle. Pak, apakah aku sudah bisa duduk?”ucap Kyle dingin.
“S..silakan”.
“Bapak harap kalian bisa akrab dengan Kyle”.
“Apa-apaan sikapnya itu,” bisik Nolan kepada sahabatnya.
Selang beberapa saat, proses belajar pun berlangsung. Semua siswa dengan serius memperhatikan penjelasan guru di depan, sedangkan Kyle malah tertidur.
“Apakah ada yang bisa menjawab soal di papan tulis? Bagi yang bisa silakan maju,” tanya guru di depan.
“Kyle bu… katanya dia bisa,” usul Nolan yang melihat Kyle tertidur.
“Baiklah, yang namanya Kyle angkat tangan!” perintah guru.
“Kyle… bangun..,” ucap Naya di sampingnya sambil mencoba membangunkan Kyle.
“Iya Bu… saya,” ucap Kyle sambil mengangkat tangannya.
“Kamu naik kerjakan soal ini,” ucap Bu guru.
“Membosankan,” ucap Kyle pelan sambil melangkah ke depan dan langsung mulai mengerjakan soal Fisika yang sangat rumit itu di papan tulis.
“Sudah Bu. Saya bisa duduk lagi? ucap Kyle mengembalikan spidol yang ia pegang kepada Bu gurunya.
“Iya, silakan.. dan satu lagi… jawabanmu benar sekali,” puji si guru
“Cih…,” ucap Nolan.
Kyle berjalan kembali ke tempat duduknya. Melihat Kyle kembali, Nolan menjulurkan kakinya mencoba membuat Kyle terjatuh. Namun, Kyle bukannya terjatuh tapi langsung menginjak kaki Nolan dengan keras yang membuat Nolan kesakitan. Kyle dengan cuek kembali berjalan ke tempat duduknya.
“Awas aja nanti”.
Setelah bel istirahat berbunyi, satu persatu siswa meninggalkan kelas, Kyle hanya tinggal sendirian di dalam kelas sambil mendengarkan sebuah lagu dari earphone miliknya.
Namun, tak lama kemudian, sebuah suara membuatnya membuka matanya. Kyle berbicara dengan pemilik suara tersebut dan seketika ekspresinya berubah menjadi kesal.
Saat sedang berbicara dengan pemilik suara yang membangunkannya, Nolan dan kedua temannya Devan dan Leon, masuk ke dalam kelas dan melihat Kyle yang sedang berbicara sendiri.
“Lihat si aneh ini, dia bicara sendiri”
“Haha.. dasar aneh..”
“Woy anak aneh pulang sana… dasar aneh”
Kyle yang dalam suasana hati yang kesal berjalan kearah mereka bertiga lalu melayangkan pukulan ke wajah Nolan dan kedua temannya hingga membuat mereka kesakitan. Mereka sangat terkejut dengan apa yang Kyle baru saja lakukan. Nolan memancarkan aura permusuhan untuk Kyle.
“Suasana hatiku sedang buruk… lain kali jangan menjadi perusak suasana hatiku kalau kalian tidak ingin lebih parah dari ini… menjengkelkan” ucap Kyle berjalan pergi meninggalkan mereka.
Flashback off
“Urus urusan mu. Jangan pernah menghiraukan ku lagi. Aku bisa saja melakukan hal yang lebih parah dari hari itu” Ancam Kyle yang membuat Nolan terdiam karena mengingat kejadian ketika ia mengolok-olok Kyle
“Tadi apa yang ingin kamu katakan?” tanya Kyle kepada suara itu
“Aku hanya ingin menyuruhmu berhati-hati… nanti kamu akan tahu sendiri” kata suara itu dan langsung lenyap begitu saja.
“Dasar Fedy… datang dan pergi seenaknya saja” Kyle berucap dengan wajah yang datar.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 ketika mereka tiba di tempat kemah. Supir bus mencari tempat yang pas lalu memarkirkan bus. Setelah bus berhenti, siswa satu persatu turun dari bus. Kyle turun dari bus kemudian melihat-lihat sekeliling tempat berkemah.
“Jadi ini yang Fedy maksud… yah… aku sih gak papa… kecuali mereka… ngapain mikirin mereka… mending aku nyari tempat untuk buat tenda” kata Kyle dalam hatinya lalu mencari tempat untuk membangun tendanya.
“Hei kamu… disini tempat yang bagus dimana?” tanya Kyle pada seorang pemuda yang bersandar di pohon
“Aku?” ucap pemuda itu sambil menunjuk dirinya
“Iya kamu. kamu kan disini udah lama pasti tau tempat yang teduh dan sejuk” kata kyle dengan wajah datarnya.
“Sepertinya kamu tidak takut melihat ku” ucap pemuda itu dengan wajah terkejutnya karena baru kali ini ada seseorang tidak takut dengan wujudnya.
“Wujud mereka lebih menyeramkan menurut” tunjuk Kyle pada dua sosok yang menyeramkan di belakangnya yang membuat pemuda itu sangat terkejut
“Sepertinya aku tidak bisa menolak mu. Katanya pasrah. “Baiklah ikuti aku” Pemuda itu lalu menuntun Kyle untuk mencari tempat yang bagus
“Eh lihat deh si Kyle…” ucap Siska
“Emangnya si Kyle kenapa?” tanya Naya
“Itu” Tunjuk Siska pada Kyle dengan tatapan penuh tanda tanya. “Lihat deh dia bicara sendiri di bus sekarang dia juga bicara sendiri seperti itu… di sekolah juga dia kadang-kadang bicara sendiri…. kamu ngerasa ada yang aneh gak sih?” Kata Siska dengan mimik muka sangat penasaran.
“Biasa aja… Kyle kan orangnya emang gitu” cuek Naya dengan apa yang Siska ucapkan. Baginya tingkah Kyle bukanlah sesuatu yang harus difikirkan.
“Iya juga yah… tapi kan aneh aja gitu” kata Siska yang belum lepas dari rasa penasarannya dengan apa yang dilakukan oleh Kyle.
“Hah… sini aku kasih tau kenapa kamu ngelihat Kyle bicara sendiri karena…” Bisik Naya tapi langsung berhenti karena terkejut ketika tiba-tiba Kyle muncul diantara mereka dengan mimik muka yang mengintimidasi.
“Naya… jangan terlalu banyak bicara tentangku… aku tidak suka di bicarakan di belakang” ucap Kyle dengan wajah datarnya sehingga membuat Naya dan Siska merinding.
“Astaga Kyle… kau membuatku kaget… untung aku gak jantungan” ucap Naya sambil memegang dadanya yang berdebar karena terkejut
“Aku juga Kyle kau membuatku kaget” timpal Siska melakukan seperti apa yang Naya lakukan.
“Naya… aku dapat tempat yang bagus untuk buat tenda… kalian ajak yang lain… aku malas dengan mereka” ucap Kyle pada Naya dan Siska.
“Kyle… mengapa kau anti sosial sekali sih…”
“Aku tidak ingin berinteraksi dengan mereka… aku punya dunia sendiri…” ucap Kyle lalu pergi meninggalkan Naya dan Siska
“Maksud dia punya dunia sendiri apa Nay.?” tanya Siska dengan muka yang kembali menunjukkan tanda tanya.
“Maaf Sis… tapi Kyle ngelarang aku untuk nyeritain segala hal tentang dia” ucap Naya dengan senyum di bibirnya.
“Dia kan udah pergi Nay” Siska yang masih membujuk Naya untuk memberikan sedikit informasi tentang Kyle.
“Walaupun dia pergi dia bakalan tau kalau kita ngomongin dia… dan kalau dia marah dia sangat menyeramkan” Naya dengan berbisik dan masih dengan pendiriaanya. Dia sangat mengenal seperti apa karakter Kyle.
“Nay… tadi aku bilang apa…” ucap Kyle berbalik
“M..maaf Kyle… aku gak bermaksud… tuh kan” ucap Naya gugup karena dipelototin oleh Kyle
“Yaudah… buruan” ucap Kyle
“Ribet yah punya saudara seperti itu” bisik Siska di depan Naya. Kyle dan Naya adalah bersaudara makanya Naya sangat mengenal Kyle.
“Gak juga… yaudah buruan panggil yang lain aku nyusul Kyle dulu” kata Naya acuh dan mulai mengikuti Kyle sedangkan Siska berbalik untuk memanggil rombongan menuju tempat Kyle.
“Yaudah aku pergi panggil yang lain dah” kata Siska meninggalkan Naya
Saat Naya telah berada disamping Kyle, dia meliriknya dan memperhatikan wajahnya yang datar tanpa ekspresi. “Kyle… mengapa kau seperti ini?” Tanya Naya yang merasa bingung dengan semua tingkah Kyle.
“Aku hanya tidak terbiasa berinteraksi dengan manusia… dan juga.. kamu jangan memberitahukan kepada siapapun tentang kemampuanku” pesan Kyle kepada Naya. Dia tidak ingin orang-orang tahu tentang kemampuannya.
“Memangnya kenapa? Kalau mereka tahu kan mereka tidak mengatakanmu aneh lagi?” Naya masih berusaha membujuk Kyle untuk menjelaskan tentang dirinya kepada orang lain.
“Pokoknya aku gak mau.. satu lagi kamu harus hati-hati di hutan ini. Pake liontin ini supaya aku tahu keadaanmu bagaimana” ucapnya yang mengacuhkan ucapan Naya. Baginya dia jauh lebih nyaman jika tidak ada yang tahu tentang kemampuannya.
“Kau itu sungguh kakakku yang tersayang…” ucap Naya sambil memeluk lengan Kyle dengan sikap manjanya.
“Jangan manja padaku…” Kata Kyle dingin dengan berusaha melepas pelukan Naya. Kyle sangat menyayangi Naya makanya dia sangat melindunginya.
“Dasar…” Sungut Naya
“Kita sampai” ucap Kyle
“Wah… pemandangannya sangat indah… dan ada sungainya juga…” ucap Naya dengan mata berbinar. Dia sangat takjub dengan apa yang sedang dilihatnya.
“Dan satu hal lagi! Di sekitar tempat ini, sudah aku buat batasan dengan benang merah. Kamu jangan pernah melewatinya. Kamu taukan alasannya” Kyle memperingati karena dia tahu Naya adalah anak yang susah diatur. Kyle tidak ingin sesuatu terjadi pada Naya dan yang lainnya
“Iya.. iya.. aku tau…” ucap Naya pasrah
“Beritahukan kepada yang lain juga. Kalau terjadi apa-apa aku malas turun tangan” ucap Kyle malas.
“Jahatnya… oke aku akan peringatkan mereka” Balas Naya lalu pergi untuk bergabung dengan yang lain. Dia tidak lupa untuk menyampaikan pesan Kyle.
****
Penulis : Muh.Irwan Ali
Asal sekolah :SMAs HASKA
Kelas : 10
Kec : Katoi
Kab : Kolaka Utara
