Sejarah puasa Ramadan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa penting hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Hijrah tersebut dilakukan untuk menghindari gangguan kaum musyrik Quraisy. Puasa Ramadan diwajibkan pada Rasulullah SAW dan umatnya pada bulan Sua’ban tahun 2 hijriah dengan cara dan model yang dilakukan umat Islam selama ini.

Ibadah fisik yang diwajibkan yaitu shalat, adzan dan iqamat. Ibadah itu ditempuh setelah peletakan dasar keimanan melalui hijrah ke Madinah.

Menurut imam Al Qurthubi seperti yang di kutib dari buku, “Misteri Bulan Ramadan” karya Yusuf Burhanudin, yang pertama kali berpuasa saat Ramadan adalah Nabi Nuh as. Nabi Nuh as. melakukannya saat turun dari perahunya setelah badai menimpa negeri dan umatnya. Puasa saat zaman Nabi Nuh as sebagai tanda dan rasa syukur kepada Allah SWT atas keselamatan dirinya dan kaumnya dari badai dan banjir.

Berikut dalil mengenai perintah ibadah puasa yang tercantum dalam surah Al-Baqarah ayat 183 yaitu:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْ

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ – ١٨٣

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS Al- Baqarah 2:183).

Adapun sebelum ayat yang diwajibkan puasa turun, umat Islam biasa berpuasa wajib pada 10 Muharram atau yang dikenal dengan hari Asyura.

Sementara itu, ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah semasa peristiwa hijrah, Rasulullah melihat orang-orang Yahudi juga biasa berpuasa setiap tanggal 10 Muharram.

Rasulullah kemudian bertanya kepada salah satu dari mereka, apa sebabnya melakukan puasa. Orang-orang Yahudi menjawab berpuasa karena Allah SWT telah menyelamatkan Nabi Musa as dan kaumnya dari Fir’aun. Nabi Musa as lalu berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW menjelaskan peristiwa tersebut kepada umatnya kemudian memerintahkan umat Islam agar berpuasa pada hari 10 Muharram.

Keutamaan berpuasa di bulan Ramadan

1. Doanya dikabulkan Allah SWT

Bulan Ramadan adalah waktu dikabulkannya doa-doa. Doa yang dipanjatkan selama berpuasa akan menjadi doa yang mustajab.

2. Memiliki bau mulut yang disukai Allah SWT

Saat berpuasa, bau mulut akan muncul. Namun bau mulut tersebut dipandang oleh Allah sebagai sebuah keutamaan.

3. Dilindungi dari setan

Ketika bulan Ramadan setan tidak gampang menggoda orang yang sedang berpuasa untuk melakukan dosa karena dibelenggu oleh Allah SWT.

4. Mendapatkan surga Ar-Rayyan

Salah satu keutamaan paling sempurna yang akan didapatkan oleh orang yang berpuasa adalah masuk surga melalui pintu Ar-Rayyan. Pintu Ar-Rayyan secara khusus diberikan oleh Allah SWT kepada orang yang menjalankan ibadah puasa. Pintu ini tidak akan dilalui oleh siapapun kecuali orang yang berpuasa saja.

Nah itulah sejarah puasa Ramadan dan keutamaannya. Selamat berpuasa, semoga Allah SWT memberikan kita kelancaran dalam melakukan aktivitas sehari-hari di bulan Ramadan ini dan bisa bertemu dengan bulan Ramadan selanjutnya. Aamiin ya Allah.

Sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia

(Visited 16 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *