Oleh: Muh. Alfrian Nugraha
Sudah beberapa kali aku mendengarkan kisah hidup orang yang lebih tua dari ku. Hingga kini aku masih mencoba untuk mendengarkan.
Sekarang aku memang tak tahu jalur ini akan ke mana, tetapi untuk sekarang ini mengikuti takdir Tuhan mungkin lebih baik bagiku.
Memang benar jika dibandingkan dengan yang lain mungkin hidupku terasa hambar, tak berani untuk berontak, tetap diatur oleh hirarki yang menyatakan bahwa aku bukan siapa-siapa.
Yang bisa kuanggap sebagai teman hidup untuk sekarang hanyalah bayanganku, walau hanya bisa mengikuti dan meniru ku, namun, itu akan tetap ada dan tetap begitu.
Jika diingat lagi,aku telah melalui satu dasawarsa yang cukup baik, tapi kali ini itu tidak menjamin akan menjadi tahun yang baik dan tak ada manusia yang tahu.
Doa untuk diriku takkan berubah, karena hidupku pun tak ada yang berbeda. Tetap sama walau aku selalu menantikan perubahan itu hadir.
Sehat, panjang umur, dan bahagia sebuah harapan yang selalu dipinta, namun aku tidak, tak meminta dilahirkan itu aku.
Menjadi manusia menjalani hidup yang tak ada yang tau sampai mana, dan sampai kapan itu akan terjadi awal, akhir, dan takdir hanya Tuhan yang tahu.
Awal cerita ini dimulai dari orang yang tak diinginkan, takdir yang berubah karena kehadirannya, dan akhir yang tak dapat ditebak oleh ku.
Bahagia atau pun tidak, aku tetap akan hidup seperti ini, tapi mari lihat saja Minggu depan.
Watansoppeng,20 April 2022
