Di era milenial saat ini, mulai dari orang dewasa sampai pada usia balita telah memiliki gadget. Contohnya adalah smartphone dan tablet. “Siapa sih sekarang yang tidak memiliki smartphone atau tablet?” Hampir semua orang telah memilikinya. Bahkan ada diantara kita yang memiliki lebih dari satu. Selalu digenggam kemana, dimana dan bagaimanapun situasinya.
Pertanyaan saya ,”Mampukah kamu tanpanya sehari saja?” Mungkin sebagian besar akan menjawab “Tidak. Jangankan sehari, semenit saja rasanya seperti ada yang hilang”. Kenapa demikian? Karena kita telah bergantung pada benda yang pipih itu.
Pada saat ini, gadget merupakan barang yang wajib dimiliki oleh semua orang. Bahkan bagi sebagian kalangan beranggapan gadgetmu menentukan status sosialmu. Akibatnya, demi terlihat trendy, mereka rela menguras dompet begitu dalam untuk memiliki gadget dengan seri terbaru berapapun harga yang ditawarkan tanpa melihat fungsi dan manfaat utamanya bagi mereka.
Kini, fungsi gadget bukan hanya sebagai media komunikasi, tetapi juga media untuk mencari informasi apapun yang kita butuhkan, hiburan saat suntuk dan memperluas jaringan pergaulan melalui dunia maya dan yang lebih hebatnya lagi kita mampu mengumpulkan pundi-pundi rupiah melalui olshop.
Dengan begitu banyak fungsinya sehingga kita bergantung padanya. Dia telah memanjakan kita dengan semua kemudahan yang disajikannya. Terutama untuk kalangan remaja. Banyak dari mereka yang kecanduan sehingga berpengaruh pada kehidupannya. Poin utamanya adalah, seberapa besar pengaruh gadget bagi kehidupan remaja?
Selain bermanfaat, gadget juga memiliki dampak negatif bagi kita, seperti mengganggu perkembangan anak, terpapar radiasi, rawan terhadap tindak kejahatan, dan sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku remaja.
Dengan berbagai macam fitur yang disediakan oleh gadged seperti game online, aplikasi nonton, sosial media dan sebagainya, membuat para remaja terlena hingga tidak menyadari bahwa dia telah menghabiskan banyak waktu yang sia-sia di depan benda kotak tersebut. Akibatnya, kurangnya konsentrasi dalam menerima pelajaran di sekolah. Rasa menghargai dan menjaga etika saat di lingkungan sekolah telah pudar bahkan sudah punah. Attitude generasi negeri ini telah direnggut oleh perkembangan teknologi.
Telah hilang rasa peduli sesama karena komunikasi dengan orang sekitarnya telah hilang. Teman dunia maya terasa lebih dekat dari pada keluarga atau orang di sekitarnya. Yang jauh terasa dekat, yang dekat seperti tidak ada. Akibatnya, meningkatnya jumlah kejahatan yang dilakukan oleh kalangan remaja karena kurangnya rasa menyayangi dan mempedulikan sesama. Bukan hanya kejahatan kecil, tetapi sampai pada kejahatan yang berat seperti pemerkosaan, begal, bahkan sampai pada kasus pembunuhan.
Jika hal ini terus berlanjut dan tidak adanya upaya pencegahan, maka generasi yang kita harapkan, akan menjadi budak teknologi. Negeri ini akan hancur jika mental generai penerusnya telah hancur.
Mari teman-temanku semua, bersama-sama melakukan perubahan sedikit demi sedikit untuk masa depan dan bangsa kita tercinta. Mulailah dari diri masing-masing. Gunakanlah alat komunikasi canggih seperlunya saja tanpa harus 24/7 kita pantau dan pergunakan untuk hal-hal yang sia-sia. Jangan biarkan dia menghancurkan kita.
