Rindu adalah sebuah rasa yang sangat menyesakkan di dada ketika sosok yang kamu rindukan tak akan pernah bisa kamu temui untuk bisa melepaskan rasa rindu yang bergejolak di dada. Bukan karena dia telah tiada tapi karena tak tahu dimana dia berada.
Tahukah kamu betapa rindunya seorang anak kepada ayahnya yang telah pergi dan tak kunjung kembali. Pergi meninggalkan seorang bayi kecilnya.
Namaku Karin. Aku adalah gadis berusia 18 tahun yang tak pernah tahu bagaimana sosok ayah kandungku.18 tahun telah berlalu, namun ayah tak kunjung datang menemuiku, aku tahu ayahku masih hidup tapi entah mengapa dia tak ingin melihatku dan menganggapku sebagai anaknya yang selama ini begitu merindukan kehadirannya.
Aku tidak tahu siapa namanya. Jangankan Melihatnya, wajahnya saja aku tidak tahu. Bagaimana aku bisa tahu wajah ayahku, jika fotonya saja aku tidak punya. Lucukan? bagaimana mungkin seorang anak tak tahu ayahnya. Setiap kali aku menanyakan tentang ayah kepada ibuku dia selalu mencari alasan untuk tidak menjawab pertanyaanku dan melarangku untuk bertanya tentang ayah.
Tapi tak pernah sedikitpun rasa benci ini terhadapnya walaupun dia telah menelantarkanku selama 18 tahun. Bagaimanapun dia adalah ayahku. Darahnya mengalir di tubuhku. Dialah cinta pertama dalam hidupku. Aku ada karena dia ada.
Setiap saat aku selalu merindukan kehadiranya. Bertemu dengannya adalah harapan terindahku yang belum terwujud sampai detik ini. Kapan aku bisa bertemu dengannya? Apakah dia tahu jika aku ada? Apa dia tahu jika aku rindu? Apakah dia juga rindu seperti aku sangat rindu dengannya?Pertayaan ini selalu terlintas dalam benakku.
Aku juga ingin tahu bagaimana rasanya memiliki sosok disebut ayah. Disayangi oleh figur sorang ayah. Aku selalu iri melihat teman-temanku memiliki keluarga yang utuh dan kasih sayang yang lengkap. Mereka bisa akrab dengan ayahnya. Tangannya selalu digandeng oleh ayahnya. Tubuhnya selalu dipeluk dengan hangat oleh ayahnya. Aaahhh ingin rasanya aku diperlakukan seperti itu oleh ayahku.
Tapi aku tetap bersyukur karena aku masih mempunyai seorang ibu sekaligus menjadi sosok ayah dalam hidupku. Ibulah yang telah berjuang sekrang diri untuk membesarkanku hingga sekarang ini. Ibu akan selalu berusaha agar aku tak kekurangan kasih sayang.
Dalam setiap sujudku, aku selalu meminta agar Allah mengabulkan doaku untuk bisa bertemu dengan ayah selagi tubuh ini masih bernafas. Aku hanya ingin tahu bagaimana wajahnya. Wajah yang selalu aku rindukan disetiap hembusan nafasku. Yah, Aku berharap ayah selalu hidup dalam keadaan yang baik dan bahagia. Yah, rindukah ayah terhadap anak gadis nakalmu ini? Anakmu rindu ayah. Rindu sekali. Tak sudihkah kamu untuk datang melihatnya? Sekali saja ayah. Ayah aku rindu.
Bersyukurlah untuk sesuatu yang ada dan bersabarlah untuk sesuatu yang belum ada.
