Oleh : Rahma Sarina
Di suatu desa yang indah,hiduplah dua saudara laki-laki yang bernama Galih dan Galuh. Mereka berdua tinggal di sebuah rumah kecil bersama neneknya. Galih adalah anak yang sangat rajin dan taat beribadah, sedangkan Galuh sangat malas dan rakus.
Suatu hari, nenek mereka sakit hingga meninggal. Sebelum meninggal, nenek tersebut memberikan sebuah kotak besar yang di dalamnya terdapat uang yang banyak. Galuh yang mendengar itu bergegas membukanya, sedangkan Galih terus duduk menangis di samping neneknya. Setelah kematian neneknya, Galih meminta uangnya kepada Galuh, namun Galuh hanya memberikan seekor sapi, bukan uang, lalu ia pun pergi. Galih menerimanya tanpa melawan.
Bertahun-tahun kemudian, sapi itu sudah menghasilkan susu yang sangat banyak hingga Galih mendapatkan uang yang sangat banyak pula. Galih dipuji-puji warga sekitar. Mendengar berita itu, Galuh pergi juga mengambil susu sapi kemudian menjualnya dengan harga mahal. Melihat hal tersebut, Galih hanya terdiam. Sayang sekali warga cuma ingin membeli susu milik Galih.
Galuh marah dan meracuni sapi milik Galih, dan menyuruh Galih memasaknya. Galih menangis sedih melihat sapi kesayangannya mati. Tiba-tiba ia teringat pesan neneknya bahwa jika ada yang hilang, pasti akan ada penggantinya. Ia kemudian membelah perut sapi itu dan ia sangat kaget karena ternyata banyak emas yang berkilauan di dalamnya.
Galuh menyantap makanan itu tanpa menyisakan sedikitpun untuk Galih. Dengan lahapnya, dia menyantap semuanya. Sebelum Galih memberitahu masalah emas yang didapatnya,Galuh sudah duluan pingsan dan meninggal. Ia lupa bahwa sapi yang disantap dengan lahap tadi mati karena diracun.
Setelah kejadian yang dialaminya itu, Galih kemudian membeli kembali sapi dan menjual susu perah lagi.
Dari cerita ini, kita dapat mengambil pembelajaran bahwa kita tidak bisa mengambil hak milik orang lain, apalagi mencurinya. Kita harus berusaha sendiri untuk mendapatkan sesuatu. Hasil dari kejujuran dan kebaikan adalah kebahagiaan.
Watansoppeng, 4 Februari 2022
