Oleh : Andi Aya Assyura

Hai, perkenalkan namaku Tika Zakeisha. Temanku biasa memanggil Tika. Sekarang aku duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas 8. Aku ingin bertanya apakah semua orang di dunia ini pernah merasakan yang dinamakan proses? Yaa.. tentu saja jawabannya pasti pernah karena itu adalah suatu hal yang mutlak dan tidak bisa kita hindari dan itu sudah pasti akan terjadi pada setiap insan di dunia ini.

Dan ada suatu proses yg menurutku cukup rumit yaitu “proses pendewasaan”. Kalian pasti tidak asing dengan hal itu, karena secara tidak langsung kita semua pasti sudah pernah mengalami hal tersebut. Aku pun sudah melewati masa – masa tersebut.

Ini dimulai saat aku duduk di bangku sekolah dasar kelas 5.  Waktu aku berusia 11 tahun, di situ aku pertama kali mengenal yang dinamakan cinta. Dan hatiku jatuh kepada seorang kakak kelas yang duduk di kelas 6. Saat itu bisa dibilang dia memang seorang yang cukup cerdas dalam hal pendidikan dan juga dia memang salah satu siswa yang cukup aktif di sekolah kami. Jadi tak heran jika aku jatuh cinta kepadanya. Sampai pada suatu saat aku tau bahwa dia juga menyimpan perasaan yg sama padaku, dan harus kalian ketahui saat itu aku merasakan suatu hal yang tak pernah kurasakan sebelumnya. 

1 bulan kemudian, secara tiba- tiba kakak kelas yang kusukai itu meminta untuk menghentikan hubungan kami. Entah apa yang terjadi, aku sendiri tidak tahu. Dengan polosnya aku menerima keputusannya itu karena saat itu aku pun tak bisa menolaknya. Dan disinilah aku pertama kali merasakan kekecewaan yang sangat dalam kepada seseorang yang sebelumnya pernah menjadi orang yang istimewa di hidupku.

Seiring berjalannya waktu, aku sudah mulai berdamai dengan keadaan dan menerima segala yang terjadi sebelumnya dengan harapan bahwa mungkin hal buruk terjadi untuk menyambut hal yang baik. Jadi alangkah baiknya kalau aku mencoba untuk mengikhlaskannya saja.

2 tahun berlalu aku sudah menduduki bangku sekolah menengah pertama kelas 7 dan di sini aku sudah mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan yang bisa dibilang cukup keras tapi tidak apa- apa karena aku mempunyai teman dan keluarga yang dapat membantuku agar tetap dapat bertahan di keadaan yang seperti ini. Sekarang aku mempunyai kelompok pertemanan yang bisa dibilang cukup banyak sehingga tidak sedikit orang memuji dan kagum padaku karena dapat membagi waktu dan dapat menyempatkan diri untuk tetap adil kepada semua kelompok pertemananku itu dan juga karena mereka melihat semua kelompok pertemananku itu selalu baik-baik saja tanpa masalah. 

Harus kalian ketahui “Jika kita tidak melihatnya bukan berarti tidak terjadi” karena sebenarnya perlahan satu persatu hubungan pertemananku dengan setiap orang atau kelompok pun renggang karena adanya rumor yang selalu menerpa pertemanan kami. Demi menghindari perdebatan, dengan lapang dada aku pun ikhlas untuk berhenti menjalin hubungan di pertemananku itu karena suatu hal dan demi kebaikan mereka juga.

Dan sampailah aku di tahap ini di mana aku akhirnya duduk di bangku kelas 8 dengan keadaan yang tanpa sadar sudah melewati proses pendewasaan yang cukup rumit. Aku sangat bangga karena dapat melewati masa- masa itu dengan lancar dan bisa bertahan sampai saat ini. Bersama diriku yang sudah sangat berbeda dengan yang dulu, di mana aku masih kekanak-kanakan dan sangat mudah terbawa perasaan.

Di sekolah menengah pertama ini aku bertemu lagi dengan kakak kelas yang pernah kusukai waktu SD dulu. Kami sekarang sudah sangat berbeda karena kami sudah melewati proses pendewasaan yang membuat kami menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Dan sekarang jika aku berpapasan dengannya di sekolah, kami hanya saling berbalas senyuman ataupun menyapa agar tidak terkesan sombong dan tetap bisa menyambung tali silaturahmi. Begitu pula dengan hubungan pertemananku, walaupun kami sudah tidak seperti dulu lagi, tetapi kami masih menjalin hubungan yang baik layaknya teman pada umumnya.

Aku ingin berterimakasih kepada waktu yang sudah mengajarkanku apa arti dari sebuah proses yang ternyata bisa menjadikanku lebih baik dari sebelumnya. Mungkin diriku yang kalian kenal sekarang bukanlah diriku jika semua hal yang telah kulewati itu tidak terjadi.

Watansoppeng, 20 Oktober 2021

(Visited 24 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *