Pecahan Kasih
Oleh: Reisya Alfi Di balik senyum, ada luka yang terpendamDalam hati yang rapuh, ada rindu yang diamDua rumah, empat orangtua, namun hampa dalam jiwaKehilangan sosok ayah, kehilangan cinta ibu yang…
Oleh: Reisya Alfi Di balik senyum, ada luka yang terpendamDalam hati yang rapuh, ada rindu yang diamDua rumah, empat orangtua, namun hampa dalam jiwaKehilangan sosok ayah, kehilangan cinta ibu yang…
Oleh: Reisya Alfi Dulu, kau adalah pahlawan di mata kecilkuDengan pelukan hangat dan senyum yang selalu adaKau berikan cinta tanpa batas, perhatian tak terbagiDalam setiap langkahku, kau ada di sampingku,…
Oleh: Adit Anugrah Pratama Di sekolah tercinta iniAku diajarkan banyak hal Seolah datang menimba ilmu,dan pulang bersamanyaLalu waktu terus berulang esok demi esok hari Di sini,di sekolah iniAku bertemu banyak…
Oleh: Usnul Safitri Hai… Aku Vara. Aku mempunyai teman yang bernama Amel. Awal mula aku mengenalnya saat kelas 1 SMA. Waktu itu kita satu kelas. Aku dulu tidak mempunyai teman,…
Oleh: Andi Annisa Cerita ini berkisah tentang seorang anak perempuan yang sangat cantik, ceria, dan cerdas. Akan tetapi anak itu bernasib sangat malang. Anak perempuan itu bernama Kania Lizabira Layla…
Oleh: Syifa Nabila Muhlis* Jatuh, terluka, terkoyak, dan akhirnya bangkit. Semua insan manusia pernah merasakannya. Tak seorang pun di dunia ini lewat dari ombak besar bernama kegagalan. Jikalau ditanya, hal…
Oleh: Zahra Mutia Syafirah* Ku peruntukkan untaian aksara ini untuk seorang perempuan yang telah menapakkan kaki satu kali lebih jauh dari sebelumnya. Tanggal dua, bulan tujuh, tahun dua ribu sebelas,…
Oleh: Adit Anugrah Pratama* Kali ini Aku akan bercerita tentang pengalaman waktu rekreasi ke Topejawa. Pada hari itu kami disuruh berkumpul di SD Negeri 1 Lamappoloware pada jam 05.00 pagi…
Oleh: Andi Annisa Nayla Rafeyfa* Hai semuanya, ini adalah kisah Velly dan Kevin.Dahulu kisah kita begitu indah. Kisah kita hanya ada canda dan tawa, tak ada setetes pun air mata…
Oleh: Aisyah Nur Adhayani* Hari ini, Selasa menyapa RabuRabu tersenyum, sembari melihat detak nadi jam dindingJarum itu mengarah ke utara, berputar 90 derajatKeringat mungkin saja membanjir, tapi tersirat Relung jiwa…
WhatsApp us