Oleh: Amara Nasifa
Hakikatnya pendidikan adalah usaha untuk menginternalisasikan nilai-nilai budaya ke dalam diri anak agar menjadi manusia yang berwawasan, dan utuh baik jiwa maupun rohaninya. Itulah yang dipaparkan Ki Hajar Dewantara untuk kepentingan anak bangsa. Siapa sih yang tidak mengenalnya, sosok bapak pahlawan pendidikan dengan segala motivasinya. Nah, berikut biografi singkat perjuangan Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan.
Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta tepatnya pada 2 Mei tahun 1889 dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, yaitu bangsawan Jawa yang dibesarkan di lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Waktu kecil Soewardi masuk pesantren di kawasan Kalasan, Prambanan di bawah bimbingan Kyai Sulaiman. Setelah ilmu agama yang dirasa cukup, ayah Soewardi memasukkannya ke sekolah Govermen Belanda yakni Eropessche Lagere Scool yang berada di Bintara.
Setelah lulus dari ELS Soewardi memilih melanjutkan sekolah di Kweekscool, yang merupakan sekolah bagi calon guru. Dalam perjalanannya Soewardi bertemu dengan Dr. Wahidin Soedirohoesodo yang mengatakan bahwa rakyat kekurangan tenaga medis, maka Soewardi memutuskan meninggalkan sekolah Kweekscool dan melanjutkan sekolah di STOVIA ( Scool Tot Opleiding Van Indische Artsen) yang berada di Batavia.
Di STOVIA, kegiatan Soewardi bukan hanya diisi dengan mata pelajaran saja melainkan diisi juga dengan diskusi kebangsaan. Melalui pelajar di STOVIA inilah, pada tahun 1908 lahirlah organisasi Boedi Oetomo yaitu wadah aspirasi bagi pemuda inlander. Kegiatan yang cukup padat membuat kondisi kesehatan Soewardi menurun dan mempengaruhi kualitas nilainya.
Setelah Soewardi berupaya bangkit, pada tahun 1910 beliau mendapatkan pekerjaan ahli kimia di Pabrik Gula Kalibogor. Namun, tahun 1911 beliau mengundurkan diri karena tidak tega melihat rakyat yang bekerja disiksa. Soewardi mendapat ajakan bergabung di organisasi politik dan agama. Sejak saat itulah Soewardi menjadi penulis serta mengenal organisasi lainnya.
Pada tahun 1913 Soewardi menikah dengan Raden Ayu Soetartina. Beberapa hari setelah pernikahan, Soewardi ditangkap polisi Belanda karena dianggap memberi dukungan kepada rakyat melalui tulisannya, dan hukumannya beliau diasingkan ke Belanda. Namun, justru di Belanda beliau kembali didekatkan ke cita-cita masa lalunya yaitu menjadi seorang guru.
Soewardi memfokuskan kembali ke dunia pendidikan yaitu menjadi guru. Setelah satu tahun menjadi guru, munculah ide untuk mendirikan sekolah sendiri. Pada 3 juli 1922 Soewardi mendirikan sekolah dengan nama “Taman Siswa”.
Setelah berdirinya Taman Siswa tersebut, Soewardi mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara pada 23 februari 1928.
Taman Siswa semakin berkembang dan Ki Hajar Dewantara semakin dikenal sebagai pelopor pendidikan Indonesia. Beliau menjadi Menteri Pengadjaran di awal kemerdekaan dan anggota DPR pada tahun 1949 menjelang 1950. Namun, beliau mengundurkan diri dan mengurus Taman Siswa. Kegiatan tersebutlah yang mengisi hidup Ki Hajar Dewantara, sampai beliau wafat pada 26 april 1959 yang dimakamkan di pemakaman keluarga Taman Siswa Wijaya, Yogyakarta.
Dengan idenya, Ki Hajar menemukan dasar-dasar pendidikan bagi bangsa indonesia. Dengan jasanya yang besar, beliau akhirnya dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional, dan kelahirannya 2 Mei diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional.
- Diambil dari berbagai sumber
Watansoppeng, 29 Januari 2023
