Oleh: Reisya Alfi
Di sudut senja, berdiri rumah kecil yang tenang
Dinding-dindingnya bercerita, tentang masa lalu yang panjang
Namun kini, retakan-retakan mulai tampak jelas
Menggambarkan kenangan pahit, dan harapan yang terlepas
Setiap sudutnya menyimpan jejak cinta dan luka
Dalam retakan-retakan itu, terselip cerita yang tak terkata
Rumah kecil yang dulu hangat, kini seakan rapuh
Menggambarkan hati yang pernah kuat, kini hancur luluh
Di ruang tamu, masih tersisa tawa yang terpendam
Namun di baliknya, ada tangis yang dalam
Jendela-jendela yang retak, memandang dunia dengan pilu
Seakan merindukan masa lalu yang begitu syahdu
Meski retakan itu semakin lebar, dan dinding semakin rapuh
Rumah kecil ini tetap berdiri, meski dengan keluh
Ia menjadi simbol ketabahan, di tengah badai dan gelombang
Mengajarkan bahwa dalam luka, masih ada harapan yang terang.
