Oleh: Afika Shidqya Azzahra
Obat dari segala obat bagi ku hanya satu, yaitu dirimu.
Meski aku tahu bahwa engkau tak pernah menganggap ku juga demikian.
Saat aku lelah dengan segalanya, panasea ku tetap bersedia untuk memelukku.
Meski tanpa merasakan emosi apa pun, hanya bersedia menemani namun bukan untuk memahami.
Hari ini kupikir engkau telah tumbuh rasa.
Namun besok lusa ternyata itu semua hanya dusta belaka.
jadi pertanyaan sebenarnya adalah apakah engkau benar-benar peduii dan sayang akan diriku.
Atau engkau hanya sekedar menjadi panasea bodong bagi orang menyedihkan ini.
Watansoppeng, 31 Agustus 2026
(Visited 25 times, 1 visits today)
