Oleh: Andi Annisa Nayla Rafeyfa

Hadirnya bukanlah hal yang ku pinta
Cinta ini datang tanpa sengaja
Cinta ini tumbuh tanpa tergesa
Dan hadirnya memberiku secercah angan

Namun,
cinta hadir tanpa peringatan pasti
Membuatku terbawa mengikuti arus
Menutup mataku akan kenyataan

“Kita di pertemukan untuk bersatu,
biarkan kami yang mencari solusinya!”
Ucapku marah
Ya, aku marah pada alam semesta!

Aku yakin ini semua ada jalannya
Tapi tidak dengannya
Keyakinan kita selalu berbeda,
dan akan selalu seperti itu—selamanya

Pikirku,
perbedaan kita hanya itu
Sayangnya,
semesta pertemukan kita dengan segala perbedaan

Dan di sela perbedaan itu,
ada tembok yang begitu tinggi dan kokoh
Aku bertanya-tanya,
“Apakah tembok itu sumbernya?”

Tembok itu ibarat Tuhanku dan Tuhannya
Ya, berbeda
Dan ternyata memang benar,
perbedaan itu sumbernya

Hingga akhirnya aku mencoba ikhlas
Membiarkan hati yang bersemi itu
Berubah menjadi serpihan,
yang kemudian ikut terbawa oleh dermaga kenyataan.

Watansoppeng,8 Agustus 2026

(Visited 2 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *