Oleh: Andi Zalfa Azzahra Ulum*
Pada suatu masa, hiduplah lebah yang baik hati. Lebah itu sangat murah hati kepada orang lain dan teman-temannya.
Suatu siang semut mendatangi rumah lebah untuk meminta madu. Semut berkata,”Lebah, apakah aku boleh meminta sedikit madumu?”.Lebah pun menjawab,”tentu saja boleh.” Lebah kemudian memberikan madu kepada semut. Semut berterima kasih kepada lebah dan kagum akan kebaikan hati sang lebah.
Saat lebah berada di tepi sungai, ia melihat beruang yang murung dan kelaparan.Lebah kemudian menghampiri si beruang dan berkata,” hey kamu lapar ya?” kata lebah. Beruang pun mengangguk dan terlihat murung. Lebah pulang ke rumahnya untuk mengambil madu. Setelah lebah mengambil madu ia kembali ke tepi sungai. Sesampainya di sana, lebah pun memberikan madu itu kepada beruang. Beruang senang sekali dan berkata,” apakah ini untukku?” Lebah menjawab,” iya, ini untukmu”. Beruang memakannya dengan perasaan senang dan berterima kasih atas kemurahan hati lebah itu.
Lebah merasa bangga karena bisa membantu dan membahagiakan yang lain. Lebah selalu memegang prinsip bahwa dalam hidup itu harus saling tolong menolong. Ketika kita melakukan suatu kebaikan, maka kebaikan itu akan kembali kepada kita dengan berlipat-lipat.
Perilaku lebah itu memberikan pelajaran kepada kita untuk selalu peduli pada hidup dan kehidupan.
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 7.3
